Pangkalpinang Inflasi 0,93 Persen

Pangkalpinang – Agustus ini Pangkalpinang mengalami inflasi 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,73. Angka inflasi tersebut mengalami penurunan dari bulan sebelumnya. Pasalnya inflasi di bulan Juli menembus angka 1,16 persen dengan IHK 128,54.

Agung Rachmadi Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukan naiknya indeks di enam kelompok pengeluaran.

“Terjadi peningkatan harga seperti pada kelompok bahan makanan sebesar 1,94 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,48 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,42 persen,” jelasnya saat jumpa pers, Kamis (1/9/2016) .

Tak hanya itu, jelasnya, sebab pada kelompok sandang juga mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen. Begitu juga pada kelompok kesehatan yang mengalami kenaikan 0,92 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik sebesar 0,05 persen.

"Kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,52 persen. Sedangkan komoditas pada kelompok bahan makanan menjadi komoditas memberikan andil terbesar, yaitu sebesar 0,246 persen," jelas Agung.

Peningkatan beberapa komponen juga menjadi penyumbang inflasi. Ia menambahkan, peningkatan terjadi pada komponen harga yang diatur pemerintah meningkat sebesar 0,18 persen, komponen bergejolak sebesar 0,45 persen dan komponen inti meningkat sebesar 0,30 persen.

Kondisi sebaliknya terjadi di Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Menurut Agung, bulan Agustus ini Tanjungpandan mengalami deflasi sebesar 0,58 persen. Komoditas yang mengalami penurunan terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

“Komoditas angkutan udara pada kelompok transportasi memberikan andil deflasi sebesar 0,47," jelasnya.

Berdasarkan angka inflasi Pangkalpinang sebesar 0,93 persen dan deflasi Tanjungpandan 0,58 persen, didapat angka inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,38 persen dengan IHK 130,74. Inflasi ini disebabkan terjadinya peningkatan pada empat kelompok pengeluaran.

“Terjadi peningkatan pada kelompok bahan makan sebesar 0,89 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,37 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik meningkat sebesar 0,33 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 2,55 persen," jelas Agung.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra