Pangkalpinang Inflasi, Tanjungpandan Deflasi

Pangkalpinang – Jika Pangkalpinang mengalami inflasi 1,29 persen, lain halnya dengan Tanjungpandan. Memasuki September 2014, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Tanjungpadan mengalami deflasi 0,12 persen. Hal ini dikarenakan terjadi penurunan harga yang ditunjukan turunnya Indeks Harga Konsumen (IHK) di daerah tersebut.

Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, September 2014 di Kota Pangkalpinang terjadi inflasi sebesar 1,29 persen dengan IHK sebesar 114,82 persen. Sebelumnya, Agustus lalu juga mengalami inflasi, namun angkanya lebih rendah yakni hanya sebesar 0,18 persen dengan IHK 113,36 persen.

“Sementara di Tanjungpandan pada September mengalami deflasi sebesar 0,12 persen dengan IHK sebesar 121,10,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (1/10/2014).

Inflasi di Pangkalpinang terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan naiknya indeks enam kelompok pengeluaran. Ia menjelaskan, peningkatan harga terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,23 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 2,38 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,83 persen.

Selain itu juga terjadi kenaikan harga kelompok sandang 0,20 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,20 persen. Menurutnya, untuk kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 1,45 persen. Sedangkan berdasarkan tingkat inflasi tahun kalender Januari hingga September sebesar 3,70 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun sejak September 2014 terhadap September 2013 sebesar 4,29 persen.

“Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,74 persen dan komponen bergejolak deflasi sebesar 0,53 persen. Sementara komponen yang harganya diatur pemerintah memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen,” paparnya.

Lain halnya yang terjadi di Tanjungpandan. Harum mengatakan, deflasi pada September lalu dikarenakan penurunan harga yang ditunjukan turunnya IHK kelompok bahan makanan 0,94 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen. Selain itu penurunan harga juga terjadi pada kelompok sandang 0,46 persen.

Kendati demikian terdapat kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar. Kenaikan kelompok ini sebesar 0,53 persen. Sedangkan kenaikan pada kelompok kesehatan 0,31 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,41 persen. Untuk kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,03 persen.

“Tingkat inflasi tahun kalender September 2014 sebesar 8,04 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun, September 2014 terhadap September 2013 sebesar 9,79 persen,” ungkapnya.

Komponen komoditas yang memberikan andil deflasi pada September yaitu, kelompok bahan makanan 0,93 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen. Tak hanya itu, jelasnya, kelompok sandang juga memberi andil 0,46 persen. Sedangkan andil inflasi diberikan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,52 persen.

“Kelompok kesehatan memberi andil 0,31 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,41 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari