Panorama Laut Babel Bikin Kagum Yachter

Batu Beriga – Tak diragukan lagi keindahan terumbu karang di perairan laut Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kekaguman atas keindahan panorama laut tersebut juga diakui rombongan yachter Sail Komodo 2013 yang mampir ke Pantai Batu Panjang, Desa Beriga, Kecamatan Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah.

Jahson, satu peserta yacht (kapal layar ringan) rally Sail Komodo 2013 asal Amerika Serikat mengatakan, sudah selama enam tahun tinggal di kapal. Adapun perjalanan yang telah dilakukan menggunakan yacht ini sudah sebanyak 66 kali. Untuk rally Sail Komodo 2013 ini, sudah 90 hari berada di lautan.

"Kami sangat berkesan sekali dengan daerah ini. Kami sudah melihat komodo, snorkling menikmati pemandangan terumbu karang yang sangat indah sekali. Pantai di sini indah, pasirnya putih dan masyarakatnya sangat ramah," kata Jahson di, Pantai Batu Panjang, Desa Beriga, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (18/10/2013).

Lebih jauh Jahson menjelaskan, kelompok yachter ini sangat aneh. Karena rombongan ini tinggal di kapal pesiar. Terdapat 20 kapal yang berangkat dari Darwin untuk mengikuti rangkaian kegiatan Sail Komodo. Namun karena terkendala persoalan keimigrasian, maka beberapa peserta tidak dapat merapat ke perairan pantai Bangka Belitung.

Beragam bahasa dikuasai sejumlah yachter ini, mulai dari bahasa melayu, jerman, perancis, inggris, spanish dan beberapa bahasa lainnya. Ia menambahkan, perjalanan di kapal pesiar luar biasa. Ada dari  yachter yang melahirkan di kapal, namun setelah itu langsung kembali ke negara asal.

"Kami tidak keberatan jika ada masyarakat yang ingin berfoto bersama, kami sangat senang. Indonesia mantap. Pantai dengan pasir putihnya bagus. Masyarakatnya ramah-ramah," ungkapnya menggunakan bahasa Indonesia.

Sebelumnya, saat membuka Festival Seni dan Budaya, bagian rangkaian acara Sail Komodo, Patrianusa Wakil Bupati (wabup) Bangka Tengah mengajak masyarakat agar menyambut wisatawan asing dengan baik. Karena dengan adanya kegiatan Sail Komodo ini dapat membuat nama Kabupaten Bangka Tengah dikenal.

"Jaga keamanan dan ketertiban. Mohon dukungan dari masyarakat semua untuk menjaga nama baik daerah kita dan negara kita. Sehingga wisatawan senang berkunjung ke daerah kita. Semoga ke depannya para yachter dapat kembali singgah ke Batu Beriga," jelasnya.

Sementara itu Rachmad Hardjono, Kepala Disbudparpora yang juga bertindak sebagai ketua panitia kegiatan mengatakan, sudah dua kali Disbudparpora menggelar festival campak, dambus, rudat dan rabana. Tujuan kegiatan ini untuk mempertahankan nilai-nilai luhur, membina karakter dan budi pekerti generasi muda bagi kemajuan karakter bangsa dan negara. Selain itu juga bertujuan mewujudkan masyarakat Bangka Tengah yang handal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini hendaknya dapat dilakukan secara rutin setiap tahun. Ia menambahkan, ini sebagai bentuk memperkenalkan destinasi pariwisata di Bangka Tengah khususnya dan Bangka Belitung pada umumnya. Festival ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 18 sampai 19 Oktober 2013. 

"Peserta festival ini merupakan pecinta seni dan budaya dari utusan enam kecamatan di Bangka Tengah," ujarnya. (*adits/hzr/an/rizkyf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Adit Tri Saputra
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Surianto