Pariwisata Menjadi Sektor Penggerak

Bangka – Sektor pariwisata merupakan kekuatan utama pembentuk kebudayaan. Selain itu, sektor ini juga mampu menjadi penggerak sirkulasi ekonomi dan sebentar lagi menjadi sektor terbesar pemberi kontribusi bagi pemasukan devisa negara. Karena pemerintah Indonesia telah mencanangkan pariwisata sebagai sektor prioritas.

Demikian dikatakan Ukus Kuswara Sekretaris Menteri Pariwisata RI saat pembukaan Bangka Culture Wave (BCW) di Pantai Tongachi, Sungailiat, Kamis (8/9/2016). Kali ini Bangka Culture Wave juga meluncurkan Jalur Samudra Cheng Ho sebagai ikon wisata. Peluncuran ini bertepatan 600 tahun (1416-2016) perjalanan Laksamana Cheng Ho saat mampir ke Bangka.

Selain itu BCW membuka Akademi Budaya Cheng Ho Dunia, lembaga yang mengkaji dan mengembangkan tradisi pertemuan budaya dalam semangat perdamaian antar bangsa. Menurut Ukus, sektor pariwisata bertindak sebagai lokomotif bagi sektor lain. Namun untuk mengolah sektor ini dibutuhkan orang terbaik dan berpandangan visioner.

“Kita harus menggerakkan kekuatan kewirausahaan di kalangan penyelenggara. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menggerakan ekomomi sebagai pelaku aktif dan sebagai tuan rumah. Kita harus mengimpun dan menyatukan kekuatan mempercepat tindakan dengan cerdas dan solid,” jelasnya.

Sementara Fery Insani Sekda Kabupaten Bangka mengapresiasikan tindakan pengusaha Sian Sugito pemilik kawasan wisata yang telah menciptakan objek wisata baru di Kabupaten Bangka. Menurutnya, saat ini tidak lagi bisa berharap pada sektor pertambangan. Sehingga sektor pariwisata harus bangkit, karena Kabupaten Bangka memiliki potensi wisata tersebut.

“Tempat wisata kita sangat bagus dengan pemandangan alam yang indah. Ini harus dikelola secara baik.  Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bangka men-support dan mempromosikan objek wisata. Kita juga melengkapi infrastruktur jalan agar mudah diakses wisatawan,” kata Fery.

Hal senada dikatakan Sian Sugito pemilik kawasan wisata Bangka Culture Wave (BCW) Pantai Tongachi, Sungailiat. Ia berharap ke depan pemerintah mampu bersama-sama mempromosikan Bangka Belitung agar bisa dikenal wisatawan.

Dijadwalkan kegiatan ini berlangsung selama lima hari terhitung tanggal 8 hingga 12 September mendatang. Beberapa rangkaian acara di antaranya, peresmian museum Garuda, pelepasan 71 penyu ke samudra, musik antar bangsa, konser tari buluh perindu, pesona payung pantai, bazar buku bangka, orasi budaya, lukisan wayang beber  dan lukisan Laksamana Cheng Ho. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra