Pelabuhan Rp120 Miliar Dinilai Masih Kecil

Belitung – Sekitar Rp120 miliar dana dialokasikan untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Perincian pengalokasian dana tersebut, Rp70 miliar APBD dan sisanya hampir Rp50 miliar merupakan alokasi dana APBN. Kendati bernilai miliaran, pelabuhan ini dinilai masih kecil.

Ignasius Jonan Menteri Perhubungan RI mengatakan, pembangunan pelabuhan Tanjung Batu merupakan upaya luar biasa. Hampir sepuluh tahun menyelesaikan pembangunan pelabuhan ini. Sumber dana digunakan senilai Rp70 miliar alokasi APBD, dan hampir Rp50 miliar alokasi APBN.

“Pelabuhan ini masih sangat kecil, namun telah disediakan lahan seluas 100 hektare di sekitar kawasan pelabuhan. Ada lagi lahan seluas 279 hektare untuk container port berada di dalam pelabuhan,” kata Jonan saat acara peresmian pengoperasian Pelabuhan Tanjung Batu, Sabtu (20/6/2015).

Selain itu, jelasnya, Pemerintah Kabupaten Belitung juga menyediakan lahan seluas 1400 hektare untuk kawasan industri. Diharapkan pelabuhan ini berkembang dan dapat menjadi pelabuhan besar. Kapal berkapasitas 10.000 deadweight tonnage (DWT) dapat bersandar di pelabuhan yang mempunyai dermaga 3200 meter ini.

“Jika dilihat letak geografis, ALKI 1 berada di jalur laut Pelabuhan Tanjung Batu. Banyak sekali kapal besar skala internasional melewati ALKI 1,” jelasnya.

Gubernur dan Bupati Belitung disarankan menerima investor yang ingin membangun bunker air dan bunker BBM. Biasanya BBM kapal diisi di Singapura atau di Batam, namun kalau sudah ada di Pelabuhan Tanjung Batu akan lebih baik. Sehingga pengisian air maupun BBM biasanya di pulau jawa dan Tanjung Priok, bisa bergeser ke Pelabuhan Tanjung Batu.

“Sudah ada beberapa kapal pelayaran menjajaki Pelabuhan Tanjung Batu sebagai tempat transit. Saya juga menawarkan, jika Pemerintah Kabupaten Belitung ingin mengelola pelabuhan ini. Silahkan kita kelola bersama-sama," kata Jonan.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pengerjaan Pelabuhan Tanjung Batu merupakan kerja sama antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat. Kehadiran Presiden diharapkan dapat memberikan manfaat bagi provinsi ini dalam mengembangkan Pelabuhan Tanjung Batu, sekaligus groundbreaking bandara Tanjung Pandan.

Mengenai hilirisasi industri, Gubernur berharap dapat mengembangkan industri berbasis mineral seperti timah. Sebab industri mineral ini masih bisa dikembangkan melalui perbaikan sistem penambangan timah dan tata kelola timah. Namun saat ini pertumbuhan ekonomi kian melambat, dan kondisi ini juga dirasakan hampir di seluruh Indonesia.

"Kondisi ekonomi semakin melambat terjadi hampir di seluruh Indonesia. Saya harap secepatnya dapat berangsur pulih demi kepentingan bersama," harapnya.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah tambang. Ia menjelaskan, lima tahun terakhir kondisi tambang menjadi sangat mengkhawatirkan. Saat ini pemerintah provinsi sedang berpikir cara mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ada beberapa sektor dikedepankan untuk mengantisipasi dan membantu kesejahteraan masyarakat, seperti pertanian, kelautan dan perikanan serta sektor pariwisata. Kiranya ini bisa menjadi perhatian kita bersama," ungkap Rustam.

Sementara Huzarni Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan pengoperasian pelabuhan ini bisa mendukung perekonomian, khususnya di Belitung. Karena Pelabuhan Tanjung Batu berbeda dengan pelabuhan lainnya.

"Pelabuhan Tanjung Batu tidak dipengaruhi pasang surut air laut. Kedalaman dermaga mencapai delapan meter, selain itu perairan di Pelabuhan Tanjung Batu masuk dalam kawasan perairan ALKI 1," kata Huzarni.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra | Chandra
Editor: 
Huzari