Pembangunan Pasar Harus Memperhatikan Kenyamanan Bertransaksi

Pangkalpinang – Pembangunan pasar harus merata di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah provinsi hendaknya turun tangan dan memberikan perhatian terhadap pembangunan pasar di beberapa daerah, khususnya Kota Pangkalpinang. Hal ini untuk mengindari kesan kumuh serta memberikan tempat layak, sehingga pedagang dapat berjualan dengan nyaman.

Demikian dikatakan Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ketika meninjau pasar Inpres Pasar Pagi Pangkalpinang, Senin (3/10/2016). Lebih jauh ia mengatakan, penyediaan lapak sementara bagi pedagang pasar yang akan direlokasi harus memperhatikan kenyamanan berjualan. Luas lapak minimal 1,5 x 2 meter untuk satu pedagang.

Peninjauan dilakukan karena ada ketidakpuasan pedagang pasar inpres terhadap penyedian lapak sementara yang dinilai berukuran kecil. Pasalnya selama pasar direnovasi, pedagang dipindahkan dan diberikan lapak berukuran 90 cm. Menurut Wagub, pemerintah harus peduli dan memberikan solusi. Karena ukuran lapak 90 cm membuat pedagang tidak leluasa berjualan.

“Pasar pagi ini sentral ekonomi Kota Pangkalpinang. Pemerintah provinsi seharusnya membantu pembangunan pasar dengan dana hibah revitalisasi pasar. Dana senilai Rp3,8 miliar belum menjamin kenyamaman bagi pedagang. Kita harus bangun pasar tradisional yang bagus, supaya pedagang dan pembeli merasa nyaman bertransaksi," tegasnya.

Usai melakukan kunjungan ke Pasar Pagi, Wagub melanjutkan perjalanan ke BTC Pangkalpinang. Samsat corner dan swalayan Hypermart menjadi perhatian ketika melakukan kunjungan kali ini. Menurut Wagub, samsat corner merupakan upaya pemerintah meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan kepada  masyarakat dalam membayar pajak.

Keberadaan samsat corner ini sangat menguntungkan. Ia menambahkan, namun masih perlu ada peningkatan terhadap kualitas dan kenyaman masyarakat ketika membayar pajak. Harus ada perubahan, terutama membuat masyarakat nyaman dengan menyediakan ruang yang sejuk. Ke depan diharapkan samsat corner menjadi lebih luas.

Saat berada di Hypermart, Wagub menyempatkan diri berbincang-bincang dengan salah seorang pegawai. Ia menyarankan agar sayuran yang dijual merupakan sayuran organik berkualitas baik dan bebas pestisida. Sedangkan ikan yang dijual harus bebas dari formalin. "Sayur organik dan ikan bebas formalin agar tidak merugikan masyarakat," tegasnya.

Sementara Suparlan Dulaspar Kadis PU Kota Pangkalpinang mengatakan, revitalisasi pasar menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp3,8 miliar. Pembangunan pasar ini seharusnya sudah mulai dikerjakan dan pedagang harus pindah ke tempat sementara yang telah disediakan pengembang.

"Pedagang masih bisa berjualan di lapak yang telah disediakan. Pedagang harus segera pindah ke lapak sementara dengan ukuran 1,5 x 2 meter yang telah disediakan agar renovasi pasar ini dapat segera dilakukan," harapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra