Pemerintah Mengajak Pengusaha Australia Berinvestasi

Pangkalpinang – Pengusaha Australia diajak berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pasalnya banyak potensi dapat dikembangkan dan menguntungkan bagi pengusaha. Menjawab tawaran tersebut, delegasi kedutaan Australia di Indonesia menyarankan agar pemerintah dapat memberikan jaminan ketika pengusaha menanamkan modalnya.

Budiman Ginting Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, persentase pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di tahun 2011 sekitar 17,31 persen. Kemudian di tahun 2012 meningkat menjadi 17,87 persen, kemudian naik lagi menjadi 18,40 persen di tahun selanjutnya.

“Persentase pertumbuhan sektor ini di tahun 2014 mencapai 19,22 persen dan di tahun 2015 berada diangka 19,66 persen,” kata Budiman saat bertemu Bradley Armstrong, Minister Counsellor (Political & Public Diplomacy Branch) dari Kedubes Australia, di Jakarta bersama rombongan di ruang pertemuan Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (26/9/2016).

Kendati pertumbuhannya tidak signifikan, jelas Budiman, namun terus mengalami peningkatan. Sedangkan untuk sektor pertambangan dan bahan galian terjadi penurunan dari tahun ke tahun. Karena sektor ini sudah mulai ditinggalkan dan Bangka Belitung nantinya tidak lagi tergantung pada sektor pertambangan. Walaupun potensi pertambangan timah selama ini dapat diandalkan.

Menyinggung mengenai perkembangan industri pengolahan, menurutnya, pertumbuhan masih fluktuatif. Namun seiring perkembangan sektor perindustrian berdampak terhadap perkembangan sektor transportasi dan pergudangan. Semula sektor tersebut hanya berada di angka 33,3 persen, lalu mengalami peningkatan menjadi 40,4 persen.

Mengenai adanya peningkatan akomodasi makan dan minum disinyalir akibat berkembangnya sektor pariwisata. Ia menambahkan, hal serupa terjadi pada sektor komunikasi dan informasi yang juga mengalami peningkatan. Untuk sektor jasa keuangan, asuransi serta real estate yang juga meningkat, ini akibat terjadi penambahan jumlah penduduk.

“Perkembangan sektor industri masih mendominasi. Seperti industri pengolahan yang pertumbuhannya di atas 20 persen. Sedangkan selebihnya masih dibawah angka 20 persen. Beberapa industri tersebut di antaranya, industri sawit, minyak dan industri smelter,” kata Budiman.

Bradley Armstrong sangat mendukung kemajuan hubungan bilateral antara Australia dengan Indonesia. Sedangkan tujuan datang ke Bangka Belitung untuk lebih mengenal Indonesia. Sebab jika ingin mengetahui Indonesia, tidak cukup hanya mengenal Jakarta. Mengenai tawaran untuk berinvestasi, pada dasarnya pengusaha menginginkan kepastian dalam menanamkan modal.

Selain didukung potensi daerah, pertumbuhan investasi dapat berjalan cepat jika pengusaha diberikan peluang. Bradley Armstrong menyarankan agar pemerintah daerah bisa memberi jaminan keamanan, kepastian hukum serta tidak membuat perda yang dapat menghambat investasi. Pengusaha menginginkan semua itu sebelum berinvestasi di suatu daerah.

“Kita ada planning mengunjungi semua provinsi di Indonesia. Ini merupakan kunjungan kedua saya ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kunjungan pertama saya holiday untuk melihat lokasi-lokasi yang sangat indah. Selain ke Bangka, ketika itu sempat berkunjung ke Belitung,” katanya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra