Pemerintah Provinsi Sepakati Harga Jual Daging Sapi Menjelang Idul Fitri

Pangkalpinang - Tingginya permintaan daging sapi dan ayam menjelang Idul Fitri membuat Gubernur mengambil tindakan untuk tetap menstabilkan harga di pasaran, serta mencari solusi dalam setiap permasalahan yang menyebabkan tingginya harga kebutuhan pokok di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menindaklanjuti hasil sidak Gubernur dipasar pagi pada Jumat 26/05/2017 yang lalu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, bersama Disperindag dan Dinas Pertanian melakukan rapat dengan pemasok, dan pedagang daging sapi/ayam di Ruang Rapat Gubernur, Selasa ( 30/05/2017).

Dari pertemuan tersebut disepakati untuk harga tertinggi daging sapi sebesar Rp.120.000/kg. Sebelumnya pemasok sapi wilayah Pangkalpinang Badot tidak menyetujui dengan adanya patokan harga dari Provinsi. Pasalnya Badot mengakui bahwa saat ini terdapat lonjakan tarif sewa kapal penyebrangan dari Pelabuhan Muntok ke Tanjung Siapi-Api, selain itu juga ada masalah lain yakni sulitnya mendapatkan sapi dikarenakan pembeli sapi tidak hanya dari Bangka Belitung saja.

Pada saat sekarang hanya ada 3 (tiga) kapal penyeberangan yang lebih memprioritaskan penyeberangan mobil pribadi, sementara mobil sapi yang kosong harus menunggu dulu di pelabuhan.

Menyikapi persolan tersebut, Gubernur menyatakan bahwa hal ini tidak dapat dibiarkan, dan bersama-sama dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung akan menindak pedagang yang nakal.

"Hal ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus bersama sama membahas persoalan ini, pedagang boleh saja mengambil untung tapi dengan keuntungan yang wajar  jangan terlalu menekan masyarakat, kita harus saling terbuka mengenai persoalan yang dialami, untuk itu saya akan memberikan teguran tertulis kepada pedagang yang menaikan harga, dan jika tidak direspon akan segera di laporkan ke Polda untuk diproses lebih lanjut." ujar Gubernur.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toni Batubara mengungkapkan terkait persoalan yang dialami oleh pemasok sapi, Dinas Pertanian bersama-sama dengan Satgas Pangan Provinsi akan membantu pemasok sapi untuk mempermudah penyeberangan di Pelabuhan Muntok sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pengiriman sapi.

Dan untuk kedepannya Toni juga  mengusulkan agar Pemerintah Provinsi dapat memberikan subsidi untuk pengiriman sapi sehingga harga untuk biaya transportasi dapat ditekan dengan tujuan harga sapi menjadi stabil.

Sedangkan untuk tingginya harga jual ayam di pasaran, menurut salah satu perwakilan PT. Charon Popan mengaku bahwa dalam pendistribusian bibit menjelang Idul Fitri meningkat 20 persen dari hari biasanya.

Hanya saja peternak ayam membeli bibit ayam untuk dipersiapkan panennya menjelang Idul Fitri sehingga membuat kondisi stok ayam saat Ramadhan sedikit. Oleh karena itu dengan banyaknya permintaan serta sedikitnya stok membuat harga ayam melonjak.

Gubernur berharap dengan adanya rapat ini, stok bahan pangan baik sapi maupun ayam dapat tersedia dan dengan harga yang wajar dan disepakati.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani/Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari