Pemerintah Serius Menangani Korban Narkoba

Sungailiat – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serius menangani korban kasus penyalahgunaan narkoba. Salah satu bentuk keseriusan tersebut yaitu dengan melakukan pembangunan Gedung Instalasi Rehabilitasi Napza dan Layanan Komprehensif Rawat Inap, di Rumah Sakit Jiwa, Sungailiat. Tak hanya direhabilitasi, sebab di tempat ini pasein juga diberi fasilitas pendidikan serta dibekali keahlian.

Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merasa miris jika melihat tingginya angka penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, harus ada upaya membangun sinergi, bersatu padu mencegah, memberantas dan menanggulangi persoalan ini. Sekarang ini pemerintah provinsi telah melakukan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

“Kita telah membangun gedung rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Namun ke depan akan lebih banyak kerja untuk memgeliminir kasus ini,” kata Sekda saat Peresmian Gedung Instalasi Rehabilitasi Napza dan Layanan Komprehensif Rawat Inap, di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (20/9/2016).

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mempunyai Perda No 5 Tahun 2015 terkait penyalahgunaan narkoba. Menurut Yan, penerapan perda ini belum bisa diimplementasikan. Namun ke depan penerapan perda tersebut akan dilaksanakan dengan menerbitkan pergub terlebih dahulu. Selain itu, pemerintah provinsi mempunyai perda mengenai kawasan bebas rokok.

“Saya diperintahkan agar segera menerapkan perda tersebut. Per 1 Oktober ini, di kantor gubernur sudah diberlakukan kawasan bebas dari asap rokok. Sedangkan mengenai perda yang mengatur mengenai penyalahgunaan narkoba akan diterapkan dalam waktu dekat. Mohon kerja sama SKPD terkait, sehingga bisa diimplementasikan dalam pergub,” tegasnya.

Sementara Heru Effendi Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba. Sejak tahun 2008 hingga 2011, terdapat peningkatan sekitar dua persen. Persentase itu sama dengan jumlah empat juta penduduk Indonesia terjerat kasus narkoba.

Berdasarkan data BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jelasnya, tahun 2014 terdata 18 ribu orang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba di Babel. Pembangunan Gedung Instalasi Rehabilitasi merupakan salah satu upaya menekan kasus penyalahgunaan narkoba. Pasalnya korban tidak mau ditempatkan pada bangsal yang sama dengan penderita gangguan jiwa.

“Akhirnya Gubernur menyetujui membangun Gedung Instalasi Rehabilitasi Napza. Saat ini kita sudah melakukan perawatan pasien penyalahgunaan kasus narkoba. Kita juga memikirkan bagaimana nasib korban narkoba setelah menjalani rehabilitasi. Ini sebagai langkah pencegahan agar pasien tidak lagi menggunakan narkoba,” jelasnya.

Hasil evaluasi, korban narkoba merupakan orang yang kerap kali mengalami depresi, kecemasan dan tidak percaya diri. Ia menambahkan, terjadinya kasus ini dikarenakan akibat faktor lingkungan. Untuk itu, rehabilitasi di rumah sakit jiwa diharapkan dapat membuat pasien benar-benar pulih. Pemerintah daerah juga tidak lepas tangan menangani pasien pasca rehabilitasi.

“Setelah pasien direhab, akan dibina Dinas Ketenagakerjaan. Kita juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, sebab kebanyakan korban narkoba dari kalangan anak-anak usia sekolah. Selain menjalani rehabilitasi, pasien bisa tetap menuntut ilmu di sekolah wilayah Sungailiat. Tak hanya itu, sebab kerja sama juga dijalin dengan Dinas Kesejahteraan Sosial,” paparnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra