Pemprov. Babel Adakan Coaching Clinic Orientasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2022

PANGKALPINANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membuka coaching clinic bagi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Babel untuk berkonsultasi mengenai penyusunan dokumen perencanaan.

"Mulai hari Kamis, (10/12) sampai dengan akhir bulan Desember, pukul 08.00 – 09.00 WIB, kami membuka coaching clinic bagi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk berkonsultasi mengenai dokumen perencanaan, kami harap dapat membantu rekan-rekan dalam menyusun perencanaan," jelasnya. 

Persiapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (RKPD Babel) tahun 2022 dimulai. Proses persiapan diawali dengan penyusunan rancangan keputusan kepala daerah tentang pembentukan tim penyusun RKPD.

Kemudian, dilanjutkan dengan Orientasi Penyusunan RKPD tahun 2022, yang diikuti oleh perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota, di Ruang Rapat Pulau Ketawai, Kantor Bappeda Provinsi Kepulauan Babel, Senin (7/12/20).

Kabid Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah, Bappeda Babel, Agung Dwi Chandra mengatakan orientasi penyusunan RKPD merupakan sarana untuk menyamakan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap berbagai peraturan perundang-undangan berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

"Keterkaitannya dengan dokumen perencanaan lainnya, teknis penyusunan dokumen, dan menganalisis serta menginterpretasikan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang diperlukan dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah," ungkapnya.  
Selain itu, orientasi penyusunan RKPD tahun 2022 dilakukan untuk mendapatkan masukan dari perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Babel terkait apa saja yang harus dipersiapkan dalam menyusun dokumen RKPD tahun 2022.

"Banyak hal yang sudah kita sepakati terkait proses perencanaan namun, kita perlu untuk saling bertukar pikiran untuk menyempurnakan dan menyepakati hal-hal yang berkaitan dengan proses perencanaan," pungkasnya. 

Terkait penyusunan dokumen RKPD tahun 2022, akan menggunakan aplikasi SIPD yang disiapkan oleh Kementerian Dalam Republik Indonesia. Selain itu, tiap perangkat daerah diminta untuk melakukan pemetaan program, kegiatan dan subkegiatan yang terdapat pada RPJMD dan Renstra sebelum penyusunan dokumen perencanaan tahunan dimulai.

Menurutnya, RPJMD dan Renstra yang ada sekarang mengacu pada Permendagri Nomor 90 tahun 2019. Sedangkan, pada 5 Oktober yang lalu Kemendagri mengeluarkan Keputusan Mendagri Nomor 050-3708 tahun 2020 yang merupakan permutakhiran dari Permendagri Nomor 90 Tahun 2019.

"Dari hasil pemetaan program, kegiatan, dan subkegiatan tersebut akan kita SK-kan menjadi dasar dalam menyusun dokumen perencanaan tahunan, baik itu RKPD dan Renja," ungkapnya. 

Sumber: 
Bappeda
Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Listya