Pemprov. Babel Apresiasi Pelatihan Penggunaan Mesin Cetak 3D dari LPPM Unsri

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) melalui Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan apresiasi yang besar kepada Universitas Sriwijaya (Unsri). Apresiasi ini diberikan atas sosialisasi penggunaan mesin cetak 3D kepada pembina dan pelaku UMKM Babel.

Kepala Dinas KUKM Babel, Elfiyena menjelaskan bahwa sosialisasi penggunaan mesin cetak 3D atau printer 3D oleh Unsri ini kepada pelaku UMKM sangat baik dalam menunjang kinerja pelaku UMKM Babel. 

"Ini bentuk kepedulian Unsri kepada pelaku UMKM Babel. Langkah ini perlu kita apresiasi karena bisa membantu kinerja pelaku UMKM sektor industri kreatif," katanya saat membuka sosialisasi via aplikasi Zoom Meeting, Selasa (10/11/20).

Kadis Elfiyena menjelaskan, sosialisasi ini memberikan gambaran kepada pelaku UMKM Babel dalam menggunakan printer 3D. "Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengunakan mesin cetak 3D. Produk seperti miniatur bisa diproduksi lebih cepat dan memiliki kualitas yang baik. Potensi penggunaan printer 3D sangat luas digunakan pelaku UMKM," jelasnya.

Kadis KUKM berharap, upaya yang dilakukan Unsri melalui LPPM Fakultas Teknik ini dapat memberikan dampak yang baik bagi pelaku UMKM. Pelaku UMKM  Babel bisa semakin maju dan berkembang khususnya UMKM sektor industri kreatif.

"Sosialisasi atau pelatihan ini bisa berikan dampak yang baik bagi Babel. Semoga setelah ini pelaku UMKM Babel khususnya sektor kreatif bisa menghasilkan karya-karya yang kreatif dan berkualitas," harapnya.

Prof. Dr. H. Hasan Basri, Guru Besar Fakultas Teknik Unsri mengatakan bahwa sosialisasi penggunaan mesin cetak 3D dilakukan sebagai bentuk pengabdian perguruan tinggi bagi masyarakat. Selain itu, sosialisasi ini juga untuk mendukung kinerja UMKM sektor industri kreatif.

Sebagaimana diketahui, UMKM merupakan sektor penggerak perekonomian. Menurutnya, UMKM memiliki peran yang besar dalam penciptaan lapangan kerja. UMKM juga mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap PDB Nasional yakni mencapai 60,3 persen.

"UMKM harus terus didampingi karena peran UMKM sangat besar bagi perekonomian bangsa. Untuk itu, kita bantu UMKM agar dapat berinovasi dalam menghadapi industri 4.0 sehingga mampu meningkatkan potensi ekonomi kreatif," ungkapnya.

Prof. Hasan menambahkan bahwa implementasi 3D printer bisa diaplikasikan pada berbagai industri seperti industri otomotif, industri alat medis. Potensi ekonomi kreatif lain juga bisa dilakukan untuk membuat miniatur, action figure, gantungan kunci, komponen mesin, dan perhiasan. 

"Pemanfaatan mesin cetak 3D ini bisa digunakan untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif di Babel. Usaha kerajinan pewter bisa menggunakan mesin cetak 3D," tambahnya.

Sementara Irfan Ghani menjelaskan 3D adalah proses manufaktur adiktif. Yang mana, prosesnya dilakukan dengan mencetak lapisan demi lapisan hingga membentuk objek tersebut.

"Dalam sosialisasi ini menggunakan mesin cetak 3D tipe fused deposition modeling. Proses mesin cetak ini dengan teknik yang berbasis nozel," katanya.

Dijelaskannya, dalam proses pencetakan 3D, langkah pertamanya yakni menyediakan objek 3D. Objek 3D ini kemudian dikonversikan menjadi format yang bisa dicetak di mesin cetak 3D.

"Kemudian dislicer menjadi lapisan. Jadi setelah itu dipindah ke mesin cetak dengan menggunakan USB atau wifi untuk dicetak sesuai objek 3D yang ingin dibuat," jelasnya.

Dalam penjelasannya, proses pencetakan pada mesin cetak FDM yakni diawali dengan desain model 3D, dilanjutkan proses slicing. Proses ini akan merubah desain 3D menjadi lapisan yang akan digunakan untuk proses pencetakan dalam bentuk file G-code.

"File G-code yang akan dibaca printer 3D. Pada printer ini akan dimasukan filamen, setelah itu akan dilakukan proses printing. Objek yang dihasilkan dari proses printing ini kemudian diangkat, dihalus dan dicat sesuai dengan kebutuhan. Itu lah prosesnya pencetakan objek 3D," pungkasnya.

Sumber: 
Dinas DKU
Penulis: 
Anto
Fotografer: 
Anto
Editor: 
Listya