Pemprov. Babel Evaluasi Kinerja Tenaga Penyuluh Lapangan Industri Kecil Menengah

PANGKALPINANG - Untuk mengetahui perkembangan terhadap kinerja yang telah dilakukan TPL (Tenaga Penyuluh Lapangan) kepada Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Bangka Barat. Di masa pandemi ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) melalui Satker Disperindag Provinsi Kepulauan Babel melakukan evaluasi terhadap kinerja TPL IKM tersebut.

Evaluasi ini bertujuan untuk melihat perubahan IKM (Industri Kecil Menengah) Bangka Barat sejauh mana sebelum dan sesudah didampingi oleh TPL-IKM dengan harapan mengalami kemajuan dilihat dari berbagai sisi, di antaranya produk, tempat produksi, dan pemasarannya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Babel, Sunardi mengatakan, kegiatan yang dilakukan pada hari ini untuk melihat hasil kinerja dari petugas TPL Kementerian Perindustrian, yang sedang bertugas melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku suaha IKM di Kabupaten Bangka Barat.

Berdasarkan paparan yang telah dilakukan oleh TPL, hasilnya terlihat bagus. Oleh karena itu, Pemprov. Babel melalui Disperindag Babel berharap kepada petugas TPL untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para IKM-IKM yang berada di sejumlah kabupaten di Babel sehingga, ke depan para IKM tersebut dapat tumbuh dan berkembang.

“Saya berharap ke depannya TPL ini tetap eksis berada di Provinsi Babel. Ini merupakan kontrak kedua dan tahun terakhir. Ke depan tetap membantu dengan pemerintah,” ungkapnya, Selasa (27/10) di Ruang Serba Guna Disperindag Babel.

Selama ini, para petugas TPL telah membantu para pelaku usaha IKM untuk mengembangkan usahanya mulai dari proses perizinan, pembuatan sertifikat halal, uji nutrisi, dan akses ke KUR.

Menurutnya, Pemprov. Babel melaui dinasnya akan melakukan koordinasi dengan pemkab dengan tujuan membicarakan langkah selanjutnya apabila petugas TPL tersebut sudah tidak bertugas lagi.

“Kita akan melakukan pembicaraan dengan Kabupaten Babar supaya memberdayakan mereka setelah tidak lagi menjadi TPL,” ujar Kepala Disperindag Babel, Sunardi.

Sementara itu Subekti Saputra, Kabid Pengembangan Sumber Daya, Fasilitasi, dan Akses Industri, Disperindag Babel menjelaskan kegiatan rapat evaluasi kinerja tenaga penyuluh lapangan IKM untuk beasiswa angkatan 2015 ini  dilaksanakan untuk melihat sejauh mana pembinaan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh petugas TPL itu sendiri terhadap para pelaku IKM.

“Mudah-mudahan dapat dikaryakan lagi dan diberdayakan, selama dua tahun bertugas ada manfaatnya. Harapannya, tetap melakukan pembinaan kepada para IKM terutama di Babar,” tuturnya.

TPL merupakan program kegiatan Kementerian Perindustrian yang direkrut dari setiap provinsi yang ada di Indonesia. Tentunya dengan harapan para TPL ini dapat membantu para IKM untuk lebih maju dan bisa berkembang sehingga, mampu meningkatkan persaingan ekonomi yang biasanya difokuskan pada daerah-daerah tertinggal.

“Kita dikuliahkan di delapan kampus, setelah lulus wajib melakukan pendampingan selama dua tahun. Setiap tahunnya melakukan pendampingan kepada 15 IKM. Perubahan IKM setelah dibina sangat sangat baik, yang awalnya pemasarannya hanya di desa, kini bisa masuk ke kecamatan bahkan ke pasar swalayan,” pungkas Rayi, Petugas TPL Provinsi Kepulauan Babel.

Sumber: 
Disperindag
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Listya