Pemprov. Babel Telah Bagikan Bantuan 207.350 Batang Lada Pada Masyarakat Bangka Barat

BANGKA BARAT - Usai memberikan bibit lada ke Desa Terentang, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman lanjut menyerahkan bantuan bibit lada kepada enam Kelompok tani di Desa Tugang dan dua kelompok tani di Desa Pangek Kabupaten Bangka Barat.

Bantuan bibit lada ini diserahkan kepada Kelompok Tani Mekar Harapan sebanyak 19.200 bibit lada, Kelompok Tani Unggul sebanyak 19.200 bibit lada, Kelompok Tani Muliyani Tani Desa Tumbak Petar sebanyak 16.000 bibit lada, Kelompok Tani Berdikari Desa Ranggi Asam sebanyak 14.400 bibit lada, dan Kelompok Tani Lembah Kemuning sebanyak 14.400 bibit lada.

Sementara di Desa Pangek, bantuan diberikan bantuan bibit kepada Kelompok Tani Usaha Tani Sejahtera sebanyak 19.200 bibit dan Gapoktan Bersama Kita Maju sebanyak 12.800 bibit. Bibit lada ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Erzaldi Rosman kepada ketua kelompok tani.

Ini merupakan tahun ketiga Pemprov. Kepulauan Babel membagikan bibit lada kepada masyarakat. Hari ini, total jumlah bantuan yang diserahkan kepada masyarakat di Bangka Barat yakni Bibit lada 207.350 batang, pupuk organik 50.438 kg, dan trichoderma 1.635 kg.

Pada kesempatan ini, Gubernur Erzaldi juga memberikan motivasi dan arahan kepada anggota kelompok tani yang hadir.

"Harus selalu semangat dan terus menanam lada, jangan berhenti, jangan terpatok pada harga lada, karena sewaktu-waktu harga lada bisa berubah tergantung kesediaan barang di pasar,"ujarnya.

Gubernur Erzaldi juga memberikan tips dalam menanam lada seperti, bibit lada ditanam menghadap matahari (menghadap kiblat), dengan lubang tanam berukuran minimal 40x40 cm, hal ini dilakukan agar akar berkembang cepat mencari makan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Prov. Kepulauan Babel, Juaidi mengatakan, bibit ini didalamnya sudah ada trichoderma jamur yang bisa menekan populasi penyakit. Bibit juga sudah ada micoriza yang dapat membantu tanaman lada menyerap makanan dan tahan kering.

"Pemilihan bibit secara sembarangan bisa menebar penyakit, salah satu penyebaran penyakit kuning dan busuk pangkal batang. Upaya pemerintah untuk mengatasi penggunaan bibit tak sehat, kita buat ini bibit sehat dari induk yang sudah diseleksi pemulia lada di kementan, kemudian dinilai potensi yang bisa dihasilkan, diseleksi lagi apakah memenuhi syarat sertifikasi, ini sangat ketat prosesnya,"ungkapnya.

Rekomendasi para ahli sebaiknya menggunakan tajar (junjung) hidup yang ditanam lebih dahulu enam bulan sebelum masa tanam, kemudian buat lubang tanam, tanahnya digemburkan dan diberi pupuk yang sudah dicampur trichoderma.

"Kalau baru digemburkan dengan pupuk, biarkan kira-kira dua minggu hingga rumput muncul, artinya tanah sudah siap menerima tanaman baru. Cara menanam perhatikan panjang ruas, jika bibit memiliki 11 ruas, maka ditanam masuk tanah minimal 4-5 ruas masuk tanah, kemudian bisa beri tanaman penutup tanah misal aracis," ujarnya.

Dua warga Desa Tugang, Agusman dan Tamhar yang diwawancara seusai pemberian bantuan bibit ini mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit, pupuk, dan trichoderma yang diberikan oleh Pemprov. Kepulauan Babel ini dan berharap agar bantuan ini bisa membuat kehidupan petani lada lebih maju dan sejahtera kedepannya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Lisia Ayu
Fotografer: 
Umar
Editor: 
Listya