Pemprov Mendukung Rencana Penyusunan IRIO

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung dan menyambut baik atas pelaksanaan penyusunan rencana pembangunan berbasis spasial melalui sistem  Inter-Regional Input-Output (IRIO) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Demikian sambutan  Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang diwakili  Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Syahruddin saat membuka dan sebagai keynote speaker FGD Penyusunan Inter-Regional Input-Output  (IRIO) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Launching Aplikasi Sistem Indikator
Terpadu dan Sinkronisasi Data Perkembangan Desa yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (29/07/2019) di Hotel Novotel.

Mewakili Gubernur, Syahrudin mengungkapkan dengan adanya perencanaan data informasi spasial melalui sistem Inter-Regional Input-Output  yang menitikberatkan pada kerangka Supply and Use Tables (SUT) dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan dan percepatan ekonomi di setiap wilayah yang dilakukan melalui optimalisasi potensi sumber daya berdasarkan basis data informasi tata ruang.

“ Bangka Belitung merupakan satu wilayah kepulauan yang memiliki banyak potensi ekonomi baik di wilayah daratan dan lautan, aktivitas ekonomi di Bangka Belitung selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan, namun untuk pengembangan aktivitas ekonomi di Bangka Belitung kita perlu perencanaan pembangunan yang terintegritasi dengan mempertimbangkan pemanfaatan aspek ruang, daerah dan wilayah, kita (red: pemerintah) membutuhkan informasi tentang karakteristik daerah yang optimal dimana salah satu alat atau sarana yang dapat memberikan informasi tersebut adalah data spasial IRIO atau Inter-Regional Input-Output yang akan kita bahas saat ini”, ungkap Syahruddin.

Syaruddin menambahkan dengan adanya sistem data dan informasi  Inter-Regional Input-Output (IRIO) diharapkan dapat melihat potensi-potensi yang ada di setiap wilayah dan sebagai satu sumber data informasi mengenai perkembangan kondisi tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi di setiap wilayah.

“ sistem data informasi IRIO memberikan informasi mengenai gambaran secara rinci keterkaitan antar wilayah dalam menunjang pelaksanaan pembangunan nasional terutama dalam menyusun rencana dan evaluasi kebijakan secara terintegrasi yang berbasis spasial, melalui penyusunan data informasi melalui sistem IRIO diharapkan kita dapat melihat keterkaitan antar sektor ekonomi yang ada di Bangka Belitung dan aktivitas gambaran aktivitas perekonomi yang ada di babel secara holistik”, ungkap Syahruddin.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Sitorus menjelaskan Inter-Regional Input-Output  (IRIO) merupakan satu sistem data informasi yan berisikan analisa potensi sektoral dengan memperhitungkan aspek geografis atau regional.


“ Pembangunan Indonesia tidak lepas dari posisi dinamika reginal dan global, paradigma baru dimana pembangunan tidak hanya dilihat dari sisi apek ekonomi saja agar masalah-masalah seperti pengangguran,kemiskinan dan ketimpangan dapat dikurangi dan diminimalisasi oleh karena itu pembangunan sektoral dengan memperhitungkan aspek geografis atau regional menjadi hal yang harus diperhatikan, dan salah satu alat bisnis yang dapat memperhatikan aspek tersebut ialah table  Inter-Regional Input-Output (IRIO) berbasis pada kerangka Supply and Use Tables (SUT) satu wilayah dan mengambarkan arus transaksi barang dan jasa antar sektor ekonomi dan daerah dimana mulai tahun ini BPS mendapatkan amanah baru dari pemerintah pusat untuk melaksanakan penyusunan  table  Inter-Regional Input-Output (IRIO) dimana targetnya adalah tersusunnya data informasi potensi suatu region atau wilayah,” ungkap Darwis.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani
Editor: 
Fitra