Penanggulangan Bencana Harus Simultan

Pangkalan Baru – Wilayah Bangka Belitung memiliki iklim tropis yang dipengaruhi angin musim. Kondisi ini mengakibatkan Bangka Belitung lebih sering mengalami bencana angin puting beliung. Mengantisipasi dampak besar akibat bencana, diperlukan upaya-upaya penanggulangan secara simultan baik pra bencana, tanggap darurat sampai pasca bencana.

“Kita terus berusaha meningkatkan SDM, baik secara formal ataupun informal,” jelas Imam Mardi Nugroho Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka acara Pemantapan/Perbekalan Sistem Manajemen Logistik Penanggulangan Bencana untuk Meningkatkan Keterampilan SDM melalui Pemantapan Pelaksanaan Managemen Pergudangan, di Hotel Santika, Selasa malam (18/6/2013).

Rencananya acara dari Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini digelar selama empat hari, terhitung tanggal 18 hingga 21 Juni 2013. Peserta kegiatan ini berasal dari 33 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan empat BPBD kabupaten/kota se-Indonesia.

Upaya meningkatkan SDM tersebut, jelas Sekda, caranya dengan melakukan sosialisasi kebaradaan BPBD kepada masyarakat sampai ke tingkat kecamatan. Penanggulangan bencana merupakan suatu siklus dengan sistem kegiatan pencegahan, penanganan darurat dan pemulihan yang dilakukan secara koordinatif, cepat, tepat dan akurat. Tentunya dalam hal ini harus melibatkan lintas sektor dan lintas wilayah dengan penekanan kepada kepentingan publik serta mobilisasi masyarakat.

“Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Ini disebabkan faktor alam dan atau non alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban manusia, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda,” jelas Sekda.

Sementara Dewina Nasution Deputi Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) mengatakan, perlu melakukan peningkatan keterampilan dan pengetahuan SDM dalam pelaksanaan manajemen pergudangan. Hal ini untuk mendorong terwujudnya tertib administrasi, sehingga terwujudnya sistem yang cepat, tepat, terpadu dan akuntabel dalam sistem manajemen logistik penanggulangan bencana.

Tujaan kegiatan ini untuk memberikan pedoman sistem manajemen logistik sampai pendistribusiannya, sehingga didapatkan suatu sistem yang cepat, tepat, terpadu dan akuntable. Ia menambahkan, tema kegiatan kali ini yaitu Meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui Pemantapan Pelaksanaan Manajemen Pergudangan. Pembekalan ini merupakan upaya melaksanakan kebijakan dan kooordinasi untuk penyediaan logistik dan peralatan penanggulangan bencana dalam pendekatan manajemen logistik dan peralatan.

Proses manajemen yang baik diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan pelaporan. Ia berharap, SDM yang ada di BPBD memilik pemahaman dan keterampilan pengelolaan bantuan logistik dan peralatan, sistem manajemen pergudangan, serta tercatatnya bantuan logistik mulai dari penerimaan, penyampaian, sampai pendistribusian dengan tertib administrasi.

“SDM di daerah harus memiliki pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan bantuan dan peralatan dan sistem manajemen logistik yang baik demi tercapainya tertib administrasi,” tegasnya.(an/adits)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto | Adit Tri Saputra
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Surianto