Penanggulangan Kemiskinan, Fery Insani Tekankan Pemahaman Yang Sama

Pangkalpinang - Berbagai upaya dilakukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menanggulangi kemiskinan. Untuk itu Bappeda Kep. Babel mengadakan Pelatihan Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan, di ruang rapat Pulau Ketawai, Selasa (23/07).
 
Menurut Kabid Sosial, Budaya dan Pemerintahan Bappeda Kep. Babel, Supianto mengatakan, pelatihan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas alokasi anggaran yang dilaksanakan Perangkat Daerah di dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
 
Pada saat membuka Pelatihan yang diikuti Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Bappeda Kep. Babel Fery Insani menekankan pentingnya pemahaman yang sama terhadap penanggulangan kemiskinan. 
 
"Banyak program yang dapat berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, seperti pembangunan jalan, UMKM, sekolah gratis, BPJS, program seperti ini yang tidak terdeteksi, program tersebut harus diintegrasikan dan kawan-kawan harus punya pemahaman yang sama terhadap kemiskinan dan peduli terhadap kemiskinan," kata Fery Insani.
 
Menurutnya, Pemerintah harus masuk kedalam program yang pihak lain tidak masuk, seperti program yang tidak profit . "Itulah bentuk kehadiran Pemerintah, yang salah satunya misinya untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
 
Terkait persentase penduduk miskin, Harjo Teguh Ilmiana dari BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, persentase penduduk miskin di Babel pada Maret 2019 sebesar 4,62 persen, turun 0,15 persen dibandingkan September 2018 yang sebesar 4,77 persen. 
 
"Tingkat kemiskinan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada diperingkat empat terendah secara nasional dan berada dibawah tingkat kemiskinan secara nasional yang sebesar 9,41 persen," katanya.
 
Staf Advokasi Daerah TNP2K, Tonton Dartono menambahkan, penurunan tingkat kemiskinan cenderung melambat secara nasional. Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri hampir sama, setelah tahun 2011 kemiskinan cenderung  tidak turun banyak, malah sempat naik di tahun 2016, 2017 dan turun lagi di tahun 2018.
 
"Bila dilihat dari transfer dana dari pusat ke daerah justru semakin meningkat, namun penurun kemiskinan cenderung stagnan, ini bisa jadi karena daerah belum maksimal dalam membelanjakan anggarannya untuk penanggulangan kemiskinan," ungkap Tonton Dartono.
 
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Fitra