Penanggulangan Malaria Wujud Investasi

Pangkalpinang – Peran pemerintah dalam pemberantasan malaria cukup intensif. Namun jika tanpa peran masyarakat, pengendalian dan pemberantasan penyakit satu ini tidak akan berjalan baik. Terbebasnya masyarakat dari penyakit malaria merupakan wujud investasi masa depan bangsa.

Yan Megawadi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, penyakit malaria masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Pasalnya malaria mempengaruhi tingginya angka kesakitan, kematian bayi, balita dan ibu hamil. Tak hanya itu, malaria juga berdampak terhadap menurunnya kualitas SDM dan produktivitas kerja.

“Sejak tahun 2008 hingga saat ini, kegiatan yang dilaksanakan berhasil menurunkan angka kesakitan akibat penyakit malaria dari 1,96 per seribu penduduk di tahun 2008 menjadi 1,69 per seribu penduduk pada tahun 2012,” kata Yan saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI terkait Peringatan Hari Malaria se Dunia yang jatuh tanggal 25 April, pada upacara mingguan, Senin (29/4/2013).

Menteri Kesehatan RI meminta kepada seluruh instansi terkait dengan pelayanan kesehatan agar melakukan langkah-langkah sebagai berikut, menemukan secara dini orang yang menderita penyakit malaria untuk diperiksa dan diobati. Untuk menanggulangi penyakit ini, pemerintah telah menyediakan obat malaria gratis di rumah sakit hingga puskesmas. Selain itu, harus terus meningkatkan akses pelayanan masyarakat yang intensif serta menjangkau masyarakat di desa terpencil.

Lebih jauh Yan menjelaskan, petugas pelayanan kesehatan juga diharapkan agar mendorong masyarakat agar menggunakan kelambu sehingga tidak digigit nyamuk yang dapat menularkan penyakit malaria. Melakukan pembersian genangan air merupakan salah satu langkah tepat untuk mengurangi penyebaran penyakit ini. Sebab langkah tersebut dapat mengurangi tempat nyamuk untuk berkembangbiak.

Harus dilakukan identifikasi desa yang merupakan daerah endemik penyakit malaria, sehingga dapat langsung melakukan eliminasi malaria. Ia menambahkan, pemerintah hendaknya dapat mendorong terbentuknya malaria center atau pos malaria hingga tingkat pedesaan. “Tak hanya itu, sebab sangat diperlukan juga melakukan koordinasi dan melibatkan diri pada sektor pengendalian malaria,” jelasnya.(hzr/adit)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Adit