Pengusaha Cafe Mengadu ke Gubernur, Bingung Jika Jam Dibatasi

PANGKALPINANG - Tidak sedikit sektor usaha turut terdampak akibat Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Kebingungan melanda saat berbagai kebijakan diambil oleh pemerintah berkenaan dengan pembatasan jam operasional di masing-masing usaha, seperti salah satunya cafe dan restoran.

Puncaknya, kegelisahan para usahawan yang bergerak di bidang makanan dan minuman ini terjadi saat Pemerintah Pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), bagi daerah-daerah yang memiliki kasus covid yang tinggi berdasarkan level, mulai dari level 1 hingga 4.

Keluhan itu juga disampaikan Agung, salah satu perwakilan pemilik cafe kepada Gubernur Babel, Erzaldi Rosman ketika diundang oleh orang nomor satu di Bumi Serumpun Sebalai tersebut untuk berdiskusi perihal rencana kebijakan Pemprov. Babel menyikapi penerapan PPKM Level 3 dan 4 di Babel.

"Kami bingung Pak kalau harus menyingkat jam operasional. Biasanya kami di hari biasa juga untuk traffic pengunjung yang mulai ramai itu berkisar jam 8 sampai jam 10 (malam), pak," ujarnya.

Kebimbangan juga dirasa bagi cafe yang menghadirkan hiburan live music . Dengan adanya pembatasan jam operasional, memaksa mereka untuk meniadakan hiburan demi menekan pengeluaran. Hal ini dilanjutkan Agung, berimbas kepada pendapatan rekan mereka yang bergantung hidup dari sektor seni. 

"Kalau jam 9 malam sudah ditutup akan tanggung pak kami adakan live music, " katanya lagi.

Dilanjutkan Agung yang merupakan owner Warkop Papa, sejauh ini beberapa cafe yang ada di Pangkalpinang diyakininya telah menaati aturan protokol kesehatan yang ditetapkan. 

"Misalnya kami di Warkop Papa ini pak, kami sudah menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Bukan niat untuk tidak mematuhi aturan (pembatasan jam operasional hingga pukul 21.00 WIB)," katanya.

Mendengar keluhan tersebut, Gubernur Erzaldi tidak lantas langsung memaksakan diri untuk tetap membatasi kegiatan hingga pukul 21.00 WIB, atau bahkan menutup jam operasional. Ia menyadari jika perekonomian tetap harus berjalan. 

Untuk itu gubernur memberikan waktu kepada pemilik cafe yang juga mengadakan hiburan live music , untuk duduk bersama dengan para musisi, agar menemukan formula yang dapat disepakati antara pemerintah dan pelaku usaha selama PPKM 3 dan 4. 

"Saya tunggu sekitar seminggu ini, siapkan formulanya seperti apa dari kalian. Nanti hasilnya kita akan diskusikan lagi di sini. Intinya, kita ingin agar kita tetap sehat, tapi juga ekonomi tetap jalan. Saya tidak bisa membayangkan kalau usaha-usaha ini tutup," katanya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rangga
Fotografer: 
Saktio
Editor: 
Lisia Ayu