Penyebarluasan Informasi Butuh Pola Efektif

TOBOALI – Penyampaian informasi langsung kepada masyarakat melalui media interaktif seperti pemutaran film dan pelayanan internet di kabupaten/kota, dinilai masih perlu dilakukan pemerintah secara berkelanjutan.

"Pemutaran film keliling masih bisa diterima masyarakat meski perkembangan global semakin pesat. Selain memberikan pesan dan informasi tentang pembangunan, juga sebagai hiburan bagi masyarakat," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noviar Ishak melalui Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Jon Saragih, di sela-sela kegiatan pemutaran film dan sosialisasi internet sehat di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (18/10/2014) malam.

Diakuinya, kegiatan serupa sering dilakukan oleh Departemen Penerangan di era Orde Baru. Akan tetapi pola tersebut dinilai masih relevan dan efektif dalam memberikan informasi yang dapat diterima langsung oleh masyarakat.

Reformasi, menurut Jon Saragih, tidak harus mengabaikan pola-pola positif yang dianggap efektif dalam menyebarluaskan informasi. Hanya saja perlu adanya inovasi sehingga memiliki daya tarik agar tidak ditinggalkan masyarakat.

"Selama program itu dirasakan bermanfaat, efektif dan efisien, tentunya masih dapat dilaksanakan. Tetapi perlu polesan persuasif. Apalagi layar tancap, masih diminati masyarakat khususnya yang berada di luar kota," ujarnya.

Dari beberapa kali kegiatan, kata Jon Saragih yang didampingi Kepala Seksi Sarana Komunikasi Heru Subagio, animo masyarakat sangat positif. Apalagi kegiatan pemutaran film, disertai sosialisasi praktis layanan internet sehat gratis.

Kepala Bidang Aplikasi Telematika Diskominfo Babel Sahring menjelaskan, pelayanan internet sehat merupakan program untuk mengurangi tingkat kesenjangan pemanfataan teknologi informasi. Oleh karena itu, Diskominfo Babel secara intens setiap tahun mengagendakan layanan ini di tujuh kabupaten/kota.

"Sehingga (layanan internet-red) dapat dinikmati masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Kita ingin menghilangkan kesenjangan itu agar visi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuju cyber island dapat terwujud," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangka Selatan melalui Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Vina mendukung langkah Pemprov Babel dalam melaksanakan pemutaran film dan layanan internet sehat.

Menurutnya, dua kegiatan ini sangat membantu dalam penyebarluasan informasi pembangunan dan pemanfaatan teknologi informasi. Ke depan, dia berharap terjadi sharring dalam memberikan akses pelayanan di bidang komunikasi dan informasi kepada masyarakat.

Pihaknya, kata Vina, dalam waktu dekat berencana menyiapkan sarana pelayanan informasi lainnya. Terutama berkaitan dengan akan dibangunnya satu unit pemancar TVRI di Gunung Muntai Bangka Selatan, berupa penyiapan antena UHF untuk masyarakat.

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.30 Wib hingga pukul 23.00 Wib tersebut, tim Diskominfo Babel sebelumnya melakukan calling menggunakan pengeras suara dari kendaraan bantuan Kementerian Kominfo. Hal itu sebagai pemberitahuan guna mengajak masyarakat berkumpul menikmati hiburan film bertema teknologi digital sekaligus menggunakan internet gratis melalui tujuh unit komputer yang disediakan di mobil M-CAP (mobile community acces point).

Selain itu, tim juga menyediakan fasilitas mini karaoke bagi warga yang memiliki bakat olah vokal untuk berkaraoke ria bersama. Keesokan harinya tim kembali bertolak ke ibukota provinsi menggunakan tiga unit kendaraan roda empat. (ism/rizky-tim mc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Ismail
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail