Perangi Covid-19, DPRD Babel Ajak Masyarakat Patuhi Perda No.10 Tahun 2020

 

BATURUSA - Sudah lebih satu tahun kita melalui masa pandemi Covid-19. Inilah yang mendasari Anggota DPRD Bangka Belitung Daerah Pemilihan Kabupaten Bangka, Jawarno, KS menjadikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 sebagai informasi  yang harus disampaikan kepada masyarakat melalui Kegiatan Penyebarluasan Perda yang dilaksanakan oleh DPRD Provinsi Kep.Bangka Belitung.

Kegiatan diselenggarakan di Kantor Camat Merawang pada Jumat (26/03) dengan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hardiansyah selaku Kasi.Ops.Satgas Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV, Jawarno menghimbau agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

 "Dalam Perda ini sudah diatur dan dijelaskan bagaimana penerapan protokol kesehatan di transportasi umum, sekolah, rumah ibadah, tempat kerja, tempat umum dan pada kegiatan sosial budaya lainnya", jelas Politisi Gerindra tersebut.

Sementara itu, Hardiansyah menuturkan penerapan protokol kesehatan di Bangka Belitung sudah cukup baik. Dikatakannya ketaatan protokol kesehatan di Babel sudah mencapai 86%.

 "Kami bersama Tim Satgas Covid-19 selalu berkoordinasi dengan Kabupaten / Kota agar tingkat penyebaran virus ini dapat kita minimalisir, "ungkapnya.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan  untuk berdiskusi sekaligus mencari solusi atas permasalahan terkait pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat.

 Napsiah salah satu perwakilan dari masyarakat, menanyakan terkait pendampingan untuk pasien Covid-19. Karena menurutnya selama ini pemahaman masyarakat tentang pasien Covid-19 selalu negatif.
 
" Jika mendengar ada teman atau keluarga yg dinyatakan positif Covid-19, langsung diasingkan bahkan sampai ada pasien yang merasa terganggu secara psikis, "ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Jawarno menyayangkan sikap yang berkembang di masyarakat. Dirinya menghimbau agar jangan lagi ada stigma negatif terhadap pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

"Justru kita harus memberikan dukungan. pemerintah provinsi juga telah menyediakan   Tim Psikolog untuk para pasien. Dan di tiap satgas /yankes pada seluruh Kabupaten / kota secara aturan harus memiliki tim psikolog untuk melakukan pendampingan, "pungkasnya.

Kegiatan juga dihadiri oleh pegawai kecamatan, tenaga kesehatan dari Puskesmas Baturusa, perwakilan masyarakat dan organisasi pemuda. 
 

Sumber: 
Publikasi Setwan
Penulis: 
Utari
Fotografer: 
Fadel
Editor: 
Imelda