Peringatan Hari Ibu ke 84 : Mengenang Penyelenggaraan Kongres Perserikatan Perempuan Indonesia

Pangkalpinang - Peringatan Hari Ibu ke 84 tahun 2012 yang diselenggarakan di Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, baru dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 11 Januari 2013. Tema yang diangkat mengenai peran perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju kesejahteraan bangsa.

Tampak hadir Gubernur Eko Maulana Ali yang di damping Ketua Penggerak PKK Dharma Wanita Provinsi Noerhari Astuti, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak Syafitri, SE, M.Si, dan beberapa Kepala SKPD di jajaran pemerintah provinsi.

Pada kesempatan tersebut Syafitri menyampaikan, bahwa Peringatan hari ibu ke 84 ini, dilakukan untuk mengenang penyelenggaraan kongres Perserikatan Perempuan Indonesia yang pertama, pada tanggal 22 Desember 1928 dan sekaligus menghargai perjuangan panjang kaum perempuan Indonesia, yang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan untuk mewujudkan negara Indonesia yang bersatu aman dan tentram.

Kemudian Syafitri juga memaparkan rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh BPPKB&PA, dimana kegiatan tersebut adalah Perlombaan pengelola terbaik program terpadu peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera dengan pemenang Desa Pedindang Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah. Perlombaan pengelola dan kelompok terbaik bina keluarga balita dimenangkan BKB Mawar Desa Bulu Tumbang Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung. Perlombaan kecamatan sayang ibu yang dimenangkan oleh Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan. Perlombaan pengelola terbaik Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat, serta perlombaan pengelola terbaik perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja perempuan dimenangkan oleh RSBT Pangkalpinang.

Tidak lupa Gubernur Eko Maulana Ali menyampaikan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Linda Amalia Sari Gumelar. Beliau menyampaikan bahwa perjuangan untuk mewujudkan kemajuan dan pemajuan kaum perempuan di Indonesia belum berhasil sepenuhnya, apabila bangsa Indonesia masih melihat perempuan Indonesia hanya sebagai objek pembangunan, bukan subjek pembangunan.

"Oleh karena itu, perempuan Indonesiaharus dilihat sebagai aset pembangunan yang potensial. Kita harus menggerakkan dan mendorong potensi-potensi yang dimiliki oleh kaum perempuan Indonesia untuk mengisi kemerdekaan dan membangun hari depan Indonesia yang lebih baik," ujar beliau.

Kemudian beliau mengatakan, "Kita juga perlu melihat kaum perempuan Indonesia sebagai ibu dari anak-anaknya yang melalui peran utamanya, akan dapat membangun karakter bangsa, jati diri bangsa dan budi pekerti bangsa, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dihormati, mempunyai jati diri, dan setara dengan bangsa lain untuk ikut mengukir peradaban manusia dan dunia." tutupnya. (K5/TMC)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo