Perkokoh Kerja Sama Ulama dan Umara

Muntok – Syahrudin Sekda Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bangga dengan kondisi di Kabupaten Bangka Barat. Pasalnya di kabupaten ini terlihat jelas kerja sama antara ulama dan umara. Kondisi ini disaksikan Sekda saat melaksanakan safari Ramadan di Masjid Al Musawwirul Ghaffar Kampung Menjelang, Kelurahan Tanjung, Muntok, Bangka Barat, Jumat (4/7/2014).

“Jika ulama dan umara duduk bersama, maka dapat menopang pembangunan rohani dan jasmani umat. Hal tersebut tentunya mempercepat proses pembangunan di daerah,” jelasnya saat menyampaikan sambutan di Masjid Al Musawwirul Ghaffar. Tampak hadir saat itu H Zuhri M Syazali Bupati Bangka Barat, sejumlah ulama, anak yatim piatu dan rombongan safari Ramadan baik dari kabupaten maupun dari pemerintah provinsi.

Membina dan mempererat tali silaturahmi sangatlah penting di antara sesama umat manusia, apalagi di bulan Ramadan. Lebih jauh ia menjelaskan, ini merupakan kunjungan ketiga, sebab sebelumnya rombongan safari Ramadan dari pemerintah provinsi telah melakukan kunjungan ke Masjid Al-Hidayah Gabek Pangkalpinang dan ke Masjid Al Iklas, Desa Banyuasin, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.

Ketika ke Masjid Al Hidayah, jelasnya Sekda, rombongan disambut pengurus masjid setempat. Sedangkan saat berada di Masjid Al Iklas, rombongan disambut Camat. Namun kali ini, rombongan safari Ramadan dari pemerintah provinsi langsung disambut Bupati. Semua sambutan yang dilakukan masyarakat sangat baik, namun sambutan kali ini terlebih sangat berkesan.

“Kami sangat tersanjung telah disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat. Kami berterima kasih atas apresiasi masyarakat dan pemda atas sambutan yang begitu hangat ini. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendekatkan pemimpin dengan masyarakat,” jelasnya.

Selain melakukan kunjungan, rombongan safari Ramadan juga membawa bantuan berupa kebutuhan masjid, seperti vacuum cleaner, kipas angin, sajadah dan beberapa bantuan lainnya. Sekda mengatakan, mudah-mudahan dengan mengikuti kegiatan ini mendapatkan barokah. Mengenai bantuan yang diberikan, itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi. Sebagai warga Bangka Belitung harus bangga, sebab Bangka Belitung merupakan salah satu penerima penghargaan di bidang keagamaan.

“Sebelumnya direncanakan Gubernur langsung yang akan datang pada acara ini. Namun karena ada kepentingan yang bersifat mendadak, maka Gubernur tidak bisa hadir. Dan kami menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur,” ungkapnya.

Sementara Zuhri M Syazali Bupati Bangka Barat mengatakan, silaturahim seperti ini semakin mengokohkan persatuan demi memajukan daerah. Dalam hal ini, Kabupaten Bangka Barat merupakan bagian dari Bangka Belitung. Oleh sebab itu, untuk memajukan daerah tidak bisa berdiri sendiri dan harus bekerja sama. Dan di bulan ramadan ini hendaknya dapat meningkatkan nilai-nilai kebersamaan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi yang sudah memilih masjid ini menjadi salah satu tujuan. Sedangkan kepada masyarakat yang telah mempersiapkan semuanya, semoga diridhoi Allah SWT,” katanya.

Suasana safari Ramadan menjadi lebih hidup saat KH Ijazi Djemain menyampaikan kultum. Kali ini tema kultum mengangkat mengenai tulisan yang terdapat di tongkat Nabi Musa AS. Ia menjelaskan, salah satu tulisan yang ada di tongkat Nabi Musa yaitu mengingatkan agar orang berilmu dan beriman harus mengamalkan ilmunya. Sebab jika tidak, maka orang tersebut akan sama dengan setan.

Ia menegaskan, semula setan merupakan makhluk Allah SWT yang beriman. Namun ketika tidak taat dengan perintah Allah SWT untuk tunduk kepada Nabi Adam AS, diusirlah setan dari Surga. Tak hanya itu, jika menjadi pemimpin haruslah amanah dan bijaksana. Jangan sampai ingkar dan menganggap punya kedudukan paling tinggi dari segalanya, sebagaimana Fir’aun yang menganggap dirinya sebagai Tuhan. Dan jika mempunyai banyak harta, jadilah orang kaya yang dicintai Allah SWT dengan rajin bersedekah.

“Sangat beruntunglah kita, jika berilmu dan ilmu itu bisa bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.(adits/an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari