Perkuat Data Wajib Pajak PBB Sektor P3

Sungailiat – Hingga saat ini pemasukan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan (PBB Sektor P3) belum maksimal. Mengantisipasi persoalan tersebut harus memperkuat data yang kongret dan valid, sehingga dapat memprediksi pemasukan pajak.

Sahirman Jumli Asisten III Bidang Adminisrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, salah satu komponen pendapatan daerah bersumber dari dana perimbangan yaitu, pajak bumi dan bangunan sektor perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

“Realisasi penerimaan sektor ini masih relatif kecil, belum sesuai dengan potensi yang kita miliki,” katanya saat membuka Rapat Koordinasi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor P3 kabupaten/kota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat, Selasa (16/6/2015).

Sebanyak 30 peserta perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan ini. Tak hanya itu, sebab ada juga peserta dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung dan KPPN Pangkalpinang.

Kegiatan kali ini mengusung tema “Dengan Semangat Membangun Daerah Kita Gali Potensi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan (PBB Sektor P3) Guna Peningkatan Pendapatan Daerah.

Lebih jauh Sahirman menjelaskan, banyak perusahaan perkebunan, pertambangan dan kehutanan berinvestasi dan beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun hingga saat ini ini masih belum ada data yang konkrit dan valid, sehingga sulit untuk memprediksi dan mengkonfirmasikan besaran nominal pajak.

Effendi Harun Ketua Panitia Rapat Koordinasi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor P3 kabupaten/kota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, maksud dan tujuan acara ini untuk mendorong peningkatan penerimaan PBB sektor P3 sebagai salah satu sumber daerah. Sehingga target atau rencana penerimaan yang ditetapkan dapat tercapai.

Tujuan berikutnya, kata Effendi, membahas permasalahan dan kendala serta potensi yang belum tergali dengan baik. Kemudian mengambil langkah-langkah, strategi mengamankan rencana penerimaan dan peningkatan penerimaan PBB sektor P3 tahun 2015.

Tindakan yang dilakukan secara sektoral kurang efektif. Ia mengharapkan, agar semua pihak saling berkoordinasi dan berintegrasi agar dapat meningkatkan realisasi pendapatan secara signifikan. Selain itu, KPP Pratama selaku leading sector berpengalaman dapat berperan lebih proaktif membangun dan menggerakkan mitra. “Meskipun dirasa sulit, namun jika dilakukan bersama maka tujuan dapat segera direalisasikan,” tegas Kabid Retribusi DPPKAD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Sumber: 
DPPKAD Babel
Penulis: 
Lisia Ayu Andini
Fotografer: 
Adinda Chandralela | Fatwa Omaya
Editor: 
Huzari