Perkuat Koordinasi Atasi Kebakaran Hutan

Tanjung Pandan – Hampir semua Provinsi di Pulau Sumatera telah melampaui batas toleransi hotspot. Untuk itu dibutuhkan koordinasi dan saling mendukung dalam mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan yang rutin terjadi setiap tahun, khususnya di musim kemarau.

Hal tersebut dikatakan Raffles Brotestes Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) saat  Paparan Rapat Teknis Forum Kerjasama Gubernur se-Sumatera Tahap II, di Aston Belitung, Rabu (03/09).

“ kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera merupakan permasalahan rutin terjadi setiap tahun di Indonesia, khususnya di musim kemarau,” ungkapnya.

Menurut Raffles, pada kurun waktu 3 tahun terakhir, lebih dari 70 persen hotspot terdeteksi diluar kawasan hutan (lahan).

Penyebab kebakaran hutan itu ditegaskan Raffles, bisa dari alam seperti halilintar,letusan gunung berapi, gesekan kayu serta adanya benda-benda yang dapat menimbulkan api.

Sedangkan disebabkan oleh tangan manusia dikarenakan oleh kelalaian, api dari puntung rokok, pembakaran sampah, api unggun, obor dan pembuatan arang, jelas Raffles.

Faktor kesengajaan seperti membakar rumput untuk mendapatkan rumput muda untuk pakan hewan (pembinaan habitat) kerapkali menjadi penyebab kebakaran hutan.

Kondisi lahan gambut, adanya kandungan batu bara dan kemarau panjang atau El nino juga menjadi pemacu membesarnya kejadian kebakaran hutan dan lahan bahkan bisa menjadi kabut asap.

Untuk mengurangi kebakaran hutan  dibutuhkan Peraturan Gubernur tentang sistem Dalkarhutla, mengoptimalkan peran dan fungsi BPBD sebagai koordinator, sedangkan provinsi yang belum memiliki BPBD dapat mengoptimalkan fungsi SKPD yang membidangi damkar.

Setiap Provinsi diharapkan mengalokasikan biaya pelaksanaan dalkarhutla dalam APBD, memfasilitasi hubungan kerjasama antar kabupaten/kota, melaporkan pelaksanaan dalkarhutla kepada menkokesra, mewajibkan kepada pelaku usaha pertanian, dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha pertanian.(fa/sc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Fajrina