Pertumbuhan Ekonomi Babel 4,68 Persen

Pangkalpinang – Perekonomian di Bangka Belitung mengalami pertumbuhan sekitar 4,68 persen. Sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (5/2/2015), selama tiga tahun belakang ini pertumbuhan ekonomi melambat. Perekonomian di tahun 2014 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp56,384 miliar dan PDRB perkapita mencapai Rp41,9 juta.

Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, ekonomi di Bangka Belitung tahun 2014 tahun 4,68 persen melambat dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 5,22 persen. Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 9,24 persen.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit sebesar 12,79,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi, Kelurahan Airitam, Kamis (5/2/2015).

Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung triwulan IV-2014, jelasnya, jika dibandingkan triwulan IV-2013, tumbuh sebesar 4,75 persen. Kondisi ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,23 persen. Sedangkan ekonomi triwulan IV-2014 dibandingkan triwulan sebelumnya masih tumbuh sebesar 1,04 persen. Kendati demikian, pertumbuhan tersebut tidak setinggi pertumbuhan triwulan III-2014.

Jika dilihat dari sisi produksi, ungkapnya, kondisi di atas disebabkan oleh membaiknya kinerja lapangan usaha industri pengolahan dan semakin menggeliatnya lapangan usaha jasa. Ditinjau dari sisi pengeluaran disebabkan oleh peningkatan hampir seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera tahun 2014 hanya mencapai 4,66 persen, namun cenderung melambat dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 4,97 persen.

“Kebijakan penghematan anggaran menjadi salah satu penyebab terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain terjadi perlambatan perekonomian global yang membawa dampak bagi Indonesia termasuk wilayah Sumatera,” tegasnya.

Penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi tahun 2014, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,99 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1.01 persen. Ia menambahkan, struktur perekonomian Pulau Sumatera secara spasial didominasi tiga provinsi yaitu Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Kontribusi ketiga provinsi tersebut mencapai 60,66 persen terhadap total PDRB ADHB Pulau Sumatera.

“Hal ini tidaklah mengherankan mengingat provinsi-provinsi tersebut merupakan provinsi yang kaya sumber daya alam. Sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hanya menempati urutan kesembilan sebagai punyumbang PDRB di Pulau Sumatera,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari