Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Cukup Baik

Pangkalan Baru – Deputi Neraca & Analisis  Statistik BPS RI, Kecuk Suhariyanto mengatakan ditengah ketidakpastian proses pemulihan ekonomi dunia, pelaksanaan pembangunan di Sumatera berjalan dengan baik.

“Pertumbuhan ekonom di Sumatera berjalan positif dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi cukup terkendali, dan tingkat pengangguran serta kemiskinan menurun”, katanya saat memberikan paparan pada Konreg PDRB-ISE Sumatera 2013, di Novotel, Kamis(13/4).

Laju pertumbuhan ekonomi sumatera yang positif memberikan kontribusi yang masih kuat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Peran perekonomian sumatera pada tahun 2012 sebesar 23,77% terhadap perekonomian nasional .

“Dalam perekonomian Indonesia, pulau sumatera memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomi nasional dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,38% pada tahun 2012”, ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi dalam PDRB sumatera dari sisi produksi pertumbuhan ditopang oleh seluruh sektor kecuali pertambangan dan penggalian. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan PMTB sebesar 7,61 dan 8,56 pada quartal I 2013.

Namun menurut Dia, masih banyak tantangan dalam pertumbuhan ekonomi diwilayah sumatera, seperti adanya kesenjangan pembangunan antar provinsi, investasi yang masih terpusat pada provinsi tertentu, nilai tambah komiditas unggulan masih relatif kecil padahan berpotensi untuk menjadi penggerak utam pertumbuhan ekonomi diwilayah sumatera.

Kecuk Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi sumatera yang positif harus dijaga dan ditingkatkan. Pemerindah daerah harus memperbaiki kuaitas belanja untuk mestimulasi pertumbuhan dengan mempercepat penyerapan anggaran, meningkatkan daya beli masyarakat, peningkatan iklim investasi dan daya saing komoditas unggulan serta peningkatan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas daerah.

“realisasi program konektivitas harus dipercepat dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkecil disparitas antar-wilayah, dan menurunkan kemiskinan”, tegasnya.     

Selain itu, sebagai upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, Pemerintah daerah harus menekan laju inflasi, menciptakan lapangan pekerjaan serta mempercepat penurunan kemiskinan. Pemerintah daerah memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran terbuka dapat diturunkan.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa inflasi provinsi diwilayah sumatera pada mei 2013 mengalami peningkatan yang disebabkan oleh meningkatnya harga bahan makanan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh TIPD Sumatera untuk menurunkan inflasi dengan menjaga kestabilan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain itu, penurunan angka kemiskinan di wilayah sumatera sedikit melambat. Dan persentase penduduk miskin beberapa Provinsi di wilayah sumatera, seperti Aceh, Bengkulu, dan lampung masih cukup tinggi. Sementara Bangka Belitung menempati peringkat pertama terendah untuk wilayah sumatera. Untuk itu, perlu dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan dan memperkuat program-program perlindungan sosial untuk mempercepat penurunan kemiskinan sehingga  dapat menekan laju inflasi.

“Dukungan APBD untuk memperkuat program perlindungan sosial dapat mempercepat penurunan kemiskinan”, ujarnya. (an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Surianto