Pertumbuhan Penduduk Pengaruhi Percepatan Pembangunan

Manggar – Pertumbuhan penduduk tidak terkendali dapat berpengaruh buruk terhadap percepatan pembangunan. Pasalnya peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan terjadi peningkatan kebutuhan, seperti kebutuhan perumahan. Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah kembali menggalakan program keluarga berencana.

Yuslih Ihza Bupati Belitung Timur mengatakan, keluarga harus dapat meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.  Sebab keluarga mempunyai peranan penting dalam membangun bangsa yang kuat dan maju. Keluarga juga sebagai pembentuk karakter manusia bangsa Indonesia, terutama karakter yang mempunyai kepribadian dan budi pekerti.

“Peringatan ini merupakan salah satu upaya mengungkapkan kesadaran peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil dan sejahtera.,” kata Bupati saat Peringatan Hari Keluarga ke XXIII Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Pantai Nyiur Melambai, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (31/8/2016).

Peringatan kali ini mengusung tema “Hari Keluarga Merupakan Momentum Upaya Membangun Karakter Bangsa Mewujudkan Indonesia Sejahtera”. Ia menambahkan, melalui kegiatan ini dapat mengevaluasi upaya peningkatan kualitas keluarga Indonesia. Sebab ada banyak tantangan harus dihadapi keluarga, contohnya kasus narkoba dan pengaruh budaya luar.

“Masalah keluarga berencana menjadi tugas yang harus menjadi perhatian. Sebab percepatan pertumbuhan penduduk berdampak terhadap bidang lain seperti perumahan. Jika pertumbuhan penduduk tidak diatur membuat keterlambatan mencapai tujuan,” jelasnya.

Sementara Mieke Selfia Sangian Inspektur Utama BKKBN Pusat menjelaskan, sampai sekarang masih banyak ditemukan kasus ibu meninggal dunia dikarenakan melahirkan. Adapun penyebabnya, akibat keterlambatan membawa ke rumah sakit saat persalinan. Tak hanya itu, sebab melahirkan diusia tua dan terlalu rapat jarak waktu melahirkan membuat rentan kematian.

Kini, pemerintah melakukan revitalisasi program kependudukan dan keluarga berencana. Mieke menirukan ucapan Joko Widodo Presiden RI pada September 2015 yang mengatakan, gaung program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga sudah tak terdengar. Hendaknya, dalam pengendalian kualitas penduduk bersinergi dengan Kementerian Agama.

“Sekarang BKKBN tidak lagi indentik dengan alat-alat kontrasepsi. Namun yang dilakukan yaitu merevolusi mental sejak dini dengan membentuk program generasi berencana,” ungkapnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra