Pertunjukan Seni Rakyat Sebagai Media Komunikasi Publik

Pangkalpinang – Untuk menyampaikan informasi, ada banyak cara untuk dilakukan. Apalagi dengan berbagai macam pilihan media yang bisa digunakan di zaman sekarang, mulai dari media tradisional, hingga media teknologi, namun apakah penyampaian informasi tersebut sangat efektif?

Pada hari selasa tanggal 9 April 2013, rombongan Kepala Puslitbang Aptika IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika Septriana Tangkary, mengadakan Focus Group Disscusion (FGD) di Hotel Bangka City, dengan menghadirkan narasumber yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H KA Tajuddin, Saad Toyib dari Dewan Kesenian Kota Pangkalpinang dan Ibrahim dari akademisi Universitas Bangka Belitung dengan tema Penelitian Pengembangan Media Pertunjukan Rakyat Dalam Mendukung Komunikasi Publik.

Saat ini, sudah cukup banyak media tradisional di Indonesia yang sudah terkikis, dengan adanya teknologi dan internet yang juga menimbulkan dampak-dampak penyebaran informasi yang baru. Dan dengan adanya FGD ini diharapkan, seni pertunjukan rakyat, dapat mempertahankan dan melestarikan budaya setempat agar tidak terhapus oleh perkembangan jaman.

Menurut Rieka Mustika selaku moderator, media tradisional sebagai media pertunjukan rakyat dengan bentuk verbal, gerakan dan lisan ini, lebih mudah dikenal dan dipahami oleh masyarakat dengan tujuan menghibur, mendidik, menjelaskan, mengajarkan, untuk menyampaikan informasi publik.

Kemudian dengan menggunakan bahasa daerah setempat, maka akan dapat lebih tepat sasaran untuk menyampaikan informasi, dan salah satu pertunjukan rakyat yang dapat menjadi media informasi tradisonal seperti pertunjukan Dul Muluk.

“Sayangnya Dul Muluk mulai tergerus oleh teknologi yang lebih instant. Dan juga opini dan pendapat dimasyarakat jaman sekarang yang melihat seni pertunjukan daerah tersebut sudah mulai ketinggalan dan kampungan,” ujar Dr. Ibrahim

Jadi melihat hal tersebut, mungkin ada baiknya apabila pertunjukan rakyat dapat dikombinasikan atau digabung dengan teknologi informasi yang dikelola dengan baik dalam era teknologi seperti saat ini.

Selanjutnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika H. K. A Tajjudin mengungkapkan, bahwa supaya media pertunjukan rakyat menjadi menarik, maka perlu diadakan modifikasi, “Mungkin seperti para pemain yang dimodifikasi, seperti melibatkan tokoh-tokoh yang sudah popular atau dikenal dimasyarakat, untuk menghilangkan kesan membosankan dan jadul”, ungkapnya.

Kalau untuk tema pertunjukan yang tepat, dapat diambil dan diangkat dari isu-isu yang sedang hangat di masyarakat, jadi dengan momentum yang tepat, maka penyampaian pesan kepada publik pun akan menjadi lebih efektif.(K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo