Pesawat Pembawa Jamaah Haji Berkapasitas Besar

Pangkalpinang – Jangan heran kalau tahun ini jamaah haji asal Bangka Belitung hanya diberangkatkan dalam dua kloter (kelompok terbang). Karena tahun sebelumnya dibutuhkan tiga kloter untuk mengangkut jamaah. Berkurangnya jumlah kloter ini dikarenakan kapasitas pesawat pembawa jamaah jauh lebih besar dari tahun lalu.

Rusli Kabag Agama Biro Kesra Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pesawat digunakan untuk memberangkatkan jamaah asal Bangka Belitung dari embarkasi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ke Makkah berkapasitas 450 penumpang. Sementara kapasitas pesawat tahun sebelumnya hanya 350 penumpang saja.

“Tahun ini kita menggunakan Garuda Indonesia Boing 747 tipe 400. Selama persiapan pemberangkatan jamaah haji, setidaknya sudah tiga kali panitia melaksanakan rapat,” jelasnya saat jumpa pers di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (5/9/2014).

Mengulas mengenai biaya transportasi, Rusli memaparkan, alokasi dana disetujui untuk perjalanan domistik sekitar Rp2,2 miliar. Dana ini digunakan untuk biaya transportasi jamaah, biaya angkut barang jamaah dan biaya perjalanan darat. Dengan adanya alokasi dana tersebut, seluruh jamaah tidak lagi mengeluarkan uang.

“Dana ini digunakan untuk perjalanan dari Pangkalpinang ke Palembang, Mentok ke Palembang dan Tanjungpandan ke Palembang pulang pergi. Pengelolaan anggaran tersebut oleh panitia tersendiri yang diberi nama panitia penyelenggara domistik. Sementara kami tergabung dalam kepanitian pemberangkatan dan pemulangan,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dua kepanitian ini bekerja satu waktu dengan alokasi anggaran berbeda, namun satu objek pelayanan. Panitia domistik hanya melayani transportasi, termasuk angkutan darat. Dana digunakan sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap penyelenggara transportasi.

Terdapat dua lembaga paling bertanggung jawab dalam kegiatan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji. Rusli menjelaskan, dua lembaga tersebut yaitu Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Di tingkat daerah diwakili Kantor Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung. Sedangkan lembaga terkait lain yaitu pemerintah daerah diwakili oleh gubernur, dan Biro Kesra merupakan perpanjangan tangan pelaksanaan tugas tersebut.

“Oleh sebab itu, seluruh staf Biro Kesra terlibat dalam kepanitian keberangkatan dan pemulangan jamaah haji ini,” katanya.

Pelaksanaan tugas kepanitiaan dibagi menjadi sembilan seksi. Ia mengatakan, sembilan seksi ini di antaranya seksi sekretariat, seksi perlengkapan, seksi acara, seksi pemberangkatan dan pemulangan, seksi transportasi, seksi humas, publikasi dan dokumentasi, seksi konsumsi, seksi keamanan, seksi kesehatan dan terakhir seksi kebersihan.

Sebagaimana diketahui, panitia melibatkan masyarakat dalam seksi kebersihan. Masyarakat ini berasal dari tiga daerah yaitu, Air Itam, Padangbaru dan Kampung Dul. Menurut Rusli, masyarakat yang terlibat membersihkan lokasi pemberangkatan mendapatkan upah Rp100 ribu/hari. Tim kebersihan mulai bekerja pukul 07.00 WIB hingga selesai. Selain mendapatkan upah berupa uang, masyarakat juga mendapatkan konsumsi.

“Jumlah masyarakat yang dillibatkan dalam seksi kebersihan ada 25 orang. Rinciannya, warga Kampung Dul sebanyak tujuh orang, dan warga Airitam serta Padangbaru masing-masing sembilan orang. Selain itu, sebelum diberangkatkan jamaah haji juga akan mendapatkan konsumsi dari panitia,” ungkapnya.(hzr/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Rizky
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari