Peserta Jamselinas Menikmati Wisata Kota Pusaka

Muntok – Sebanyak 160 pencinta sepeda lipat atau seliers mengeliling tempat wisata di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (3/9/2016). Perjalanan peserta Jamselinas ke VI tersebut dimulai dari museum timah, melintasi Wisma Ranggam dan kemudian mengunjungi Masjid Agung dan Klenteng di sekitar pusat perekonomian Muntok.

Setelah itu, seliers mengikuti acara nganggung di perumahan timah Muntok. Kegiatan seliers ini mendapatkan dukungan pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Pasalnya Jamselinas dinilai dapat menjadi ajang promosi. Peserta Jamselinas diharapkan dapat menjadi duta untuk menginformasikan potensi wisata.

Seperti lansir sebelumnya, Noviar Ishak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pemerintah sangat mendukung kegiatan Jamselinas, karena sejalan dengan pengembangan bidang kepariwisataan. Apalagi Jamselinas kali ini merupakan kegiatan pertama diadakan di luar pulau Jawa.

“Muntok akan memberikan tantangan berbeda dari Jamselinas sebelumnya. Selamat menikmati Kota Muntok, kota tua, kota pusaka dan kota seribu kue," kata Noviar saat acara welcome dinner Jamselinas VI, di Muntok, Jumat malam.

Pantauan babelprov.go.id, sekitar jam 07.15 WIB peserta secara langsung dilepas Markus Wakil Bupati Bangka Barat di depan Museum Timah Muntok. Tampak keceriaan di wajah peserta. Kebersamaan dan keakraban terlihat, dimulai saat sarapan pagi hingga berada di pos I Gunung Menumbing.

Acara nganggung merupakan upaya memperkenal budaya di Bangka Belitung. Budi Susatyo Ketua Panitia Jamselinas VI Muntok mengatakan, ini bentuk kearifan lokal daerah. Budaya nganggung bisa meningkatkan kebersamaan, karena makanan disiapkan masyarakat. Sedangkan pemerintah menyediakan fasilitas transportasi bagi peserta.

“Peserta sangat senang. Untuk penginapan, ada yang menggunakan hotel, ada juga menginap di homestay. Kita ingin mengenalkan dan memberdayakan masyarakat pemilik homestay. Peserta yang menginap di homestay hanya membayar Rp50 ribu, karena ada subsidi dari uang pendaftaran. Pemilik homestay mendapat Rp400 ribu selama dua malam,” jelasnya.

Ari Susiati peserta Jamselinas VI dari Gobek Bekasi merasa senang mengikuti kegiatan Jamselinas di Kota Muntok. Apalagi dalam pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut terlihat saat peserta disambut dan dijamu makan malam di rumah dinas Bupati.

Saat melakukan perjalanan dari Pangkalpinang menuju Kota Muntok, Jumat (2/9/2016), Ari Susiati merupakan satu-satunya peserta wanita dari lima anggota Gobek. Ia menceritakan, perjalanan sejauh 141 kilometer tersebut ditempuh menggunakan sepeda selama delapan jam. Perjalanan ini sangat menarik dengan kontur jalan naik turun.

“Masyarakat sangat ramah. Sepanjang jalan masyarakat memberikan semangat dan ada seorang ibu memberikan minuman gratis. Itu membuat saya sangat senang. Setelah gowes di Muntok, nanti melanjutkan gowes ke Sungailiat. Kita berolahraga, senang-senang, mencari teman juga mengkampanyekan ramah lingkungan," ujar Ari Susiati yang baru pertama kali ke Bangka.

Masih Sejuk

Sementara Umar Uli (65) peserta Jamselinas dari komunitas Jatras Bank Jakarta mengatakan, sudah tiga kali mengikuti Jamselinas. Sebelum di Muntok, pernah mengikuti kegiatan serupa di Bandung dan Solo. Masyarakat Bangka Belitung cukup ramah dengan menunjukan sikap simpatik membantu peserta seperti menggelar acara adat nganggung.

" Adat nganggung sangat menarik. Peserta bisa menikmati kue jajanan asli Muntok. Saya juga suka kopi dan sarapan lontong sayur. Sangat nikmat dan senang sekali. Di sini kotanya masih bersih, sejuk, aman serta masih luas. Jalannya mulus dan cukup menantang. Tidak seperti Jakarta yang padat," papar Umar. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra