Plakk...! Benturan Gasing Warnai Festival GMT Terentang

Terentang – Plakk...! Benturan gasing beradu di atas lahan seluas 10 x 15 meter persegi. Sedikitnya terdapat tiga gaya diperagakan pemain ketika memutar gasing seberat empat ons tersebut. Pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi tontonan menarik bagi wisatawan yang telah datang ke Bangka Tengah untuk menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total (GMT).

Diperkirakan GMT melintasi Desa Terentang, Kabupaten Bangka Tengah tanggal 9 Maret ini. Wisatawan maupun masyarakat dapat menyaksikan peristiwa langka ini sekitar pukul 06.30 WIB. Posisi matahari, bulan dan bumi pada posisi sejajar pada pukul 07.21 WIB selama sekitar satu menit delapan detik. Rangkaian kegiatan seni budaya ini membuktikan kesiapan Kabupaten Bangka Tengah menyambut GMT.

Sedikitnya 15 regu mengikuti perlombaan gasing. Sejumlah pemain gasing berasal dari Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka, Belitung Timur dan peserta dari kabupaten tuan rumah. Sudarman Ketua Panitia Perlombaan Gasing mengatakan, setiap regu putra terdiri dari tiga orang.  Namun untuk perlombaan katagori putri tidak beregu, melainkan tampil secara perorangan. Terdapat 14 pamain gasing putri mengikuti lomba ini.

“Perlombaan gasing dilaksanakan selama dua hari. Gaya yang dipertandingkan yaitu gaya normal, dincak dan slintot. Setiap peserta mendapatkan kesempatan memukul sebanyak tiga kali dan bertahan tiga kali,” jelasnya.

Sementara Zaidi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Oiahraga Kabupaten Bangka Tengah mengatakan, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan ini untuk menyambut fenomena alam GMT. Diharapkan momen GMT dapat membuat kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Bangka Tengah. Fenomena alam ini telah menarik sejumlah wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Beberapa kamar hotel di Kabupaten Bangka Tengah telah penuh terisi. Sebagian wisatawan ada juga yang memesan hotel-hotel di Pangkalpinang,” katanya saat berada di Pantai Terentang, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (6/3/2016).

Pengembangan sektor wisatawa di Bangka Tengah tidak akan berhenti setelah fenomena GMT. Ia menambahkan, ke depan lahan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan festival diupayakan agar menjadi milik pemerintah. Sehingga festival serupa dapat dilaksanakan setiap tahun. Pengembangan sektor ini hendaknya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pantauan Babelprov.go.id di lokasi kegiatan Minggu (6/3/2016) sekitar pukul 09.15 WIB, selain perlombaan gasing terdapat juga kegiatan mewarnai yang diikuti anak-anak PAUD dan TK se Kabupaten Bangka Tengah. Terdapat 150 peserta dari enam kecamatan di Bangka Tengah mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah stand pameran dan lantunan syair dambus pun ikut meramaikan kegiatan.

“Untuk kegiatan mewarnai telah dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan akan selesai pukul 10.00 WIB. Setiap PAUD dan TK di Bangka Tengah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kegiatan ini. Lembar yang akan diwarnai telah disiapkan, peserta hanya membawa alat pewarna untuk mengikuti kegiatan ini,” jelas Ida Kumalasari Wakil Ketua Panitia Lomba Mewarnai.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra