PLTU Air Anyir Jadi Perhatian Konjen RRC

Pangkalpinang – Hingga saat ini pembangunan PLTU Air Anyer, Kecamatan Baturusa, Kabupaten Bangka belum juga selesai. Kondisi ini menjadi perhatian Yang Lin Chu, Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Cina. Konjen berharap agar pembangunan pembangkit listrik ini cepat selesai, sehingga dapat mengatasi persoalan kelistrikan di Bangka Belitung.

“Saya berharap PLTU Air Anyir bisa cepat diselesaikan dengan kualitas baik. Sehingga bisa membantu penyediaan listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kami akan menelusuri apa yang menjadi kendala dalam penyelesaian pembangkit listrik tersebut,” tutur Lin Chu saat bertemu dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/11/2013).

Kunjungan Lin Chu ini ke PLTU Air Anyer dikarenakan dalam pengerjaan proyek ada bekerja sama dengan perusahaan asal Cina. Sebagaimana diketahui, pembangunan PLTU Air Anyir berkapasitas 2 x 30 MW telah dilakukan sejak 4 Juli 2008 silam. Pembangunan PLTU ini menelan biaya Rp410,13 miliar dan US$ 29,7 juta atau sekitar  Rp686 miliar.

Selain membahas mengenai PLTU Air Anyir, pertemuan antara Konjen Cina dan Gubernur Bangka Belitung ini juga membahas tentang kerjasama-kerjasama lain yang bisa dilakukan. Lin Chu menjelaskan, Bangka Belitung merupakan provinsi yang mempunyai  potensi sangat besar. Untuk itu akan dicarikan perusahaan yang cocok berinvestasi di Bangka Belitung.

Sekitar 30 hektare lahan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik ini. Pembangunannya melibatkan konsorsium PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dengan China Shanghai (Group) Corporation for Foreign Economic & Technologycal Corporation (SFECO). Dalam operasionalnya, PLTU Air Anyir menggunakan bahan batubara berkalori rendah dengan kebutuhan batubara pertahun mencapai 223.200 ton.

“Telah lama kami menantikan PLTU Air Anyir ini, dari awal pembangunan pada tahun 2008. Ini dijadikan gong kampanye Babel Benderang oleh Gubenur, tapi sampai saat ini belum terealisasi. Kami berharap dengan kedatangan Ibu Konjen bisa menjembatani masalah mengenai PLTU ini,” harap Rustam Effendi.

Ikut menghadiri pertemuan ini di antaranya, Rudianto Tjen Anggota DPR RI, Bahar Buasan Anggota DPD dapil Bangka Belitung, Yan Megawandi Kepala Bapedda, Fery Afriyanto Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Noviar Ishak Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal, Yusri Lupito Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung dan staf dari Komjen China.

“Kita pergunakan kesempatan ini untuk berdialog dan menggali potensi yang bisa kita upayakan memakmurkan masyarakat Bangka Belitung,” kata tambah Rudianto.(rf/hzr)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Rizky
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari