Porkesremen VII 2019, Bangka Menjadi Tuan Rumah Dengan Dimeriahkan Oleh 550 Peserta se-Indonesia

Sungailiat – Sebanyak 550 peserta, dari 24 provinsi se-Indonesia memeriahkan Pekan Olahraga Kesenian Rehabilitasi Mental (Porkesremen) di lapangan Bina Satria, Sungailiat - Bangka. Kamis (3/10).

Setiap provinsi menampilkan atraksi kebudayaan dari daerah masing-masing. Hal ini memperlihatkan betapa kaya dan beragamnya budaya indonesia sebagai negara kesatuan.

Dalam peringatan hari kesehatan jiwa sedunia yang ke 27 tersebut, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono mengatakan bahwa pada dasarnya gangguan jiwa dapat dicegah dan ditanggulangi secara optimal.

Agar optimal, diperlukan peran dari Keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, bersama-sama memiliki tanggung jawab melakukan berbagai upaya promotif, preventif dan kuratif, maupun rehabilitasi.

“Peran keluarga sangat penting, karena keluarga pusat kehidupan individu, keluarga perlu memahami tanda-tanda dan faktor resiko diantara anggota keluarga yang berpotensi menimbulkan gangguan jiwa,” ujar Anung.

Pertolongan profesional melalui tahapan screening di puskesmas, promotif ditingkat masyarakat juga merupakan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Salah satu dampak buruk dari gangguan jiwa adalah mencetuskan rasa ingin bunuh diri.

“Bunuh diri merupakan masalah kesehatan, sosial,agama dan budaya dimasyarakat yang harus bisa kita cegah dan tanggulangi,” kata Anung.

Hal ini mengingat kecenderungan angka bunuh diri yang meningkat di seluruh dunia sejak satu dasawarsa terakhir. Sehingga salah satu Sustainable Development Goal 2030 adalah dengan menurunkan kejadian bunuh diri menjadi sepertiganya.

Dengan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di Bangka Belitung, Gubernur Erzaldi menyambut baik kehadiran para kontingen, dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang positif. Hari peringatan kesehatan jiwa ini akan diperingati sampai 10 oktober mendatang.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo