Porwil dan Pra-PON Minim Anggaran, Begini Solusi Kadiskepora Suharto

PANGKALPINANG -- Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali memanggil kepengurusan komite olahraga Nasional Indonesia Provinsi Babel, Senin (17/06/2019), minimnya anggaran KONI  menjadi pembahasan utama.

Diskepora mengundang KONI untuk rapat yakni bertujuan pertama, pembahasan anggaran tahun 2019 dan tahun 2020, jelas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Babel Suharto, Senin (17/06/2019) di ruang rapat Diskepora Babel.

"Selain masalah anggaran, kedua yakni tentang evaluasi persiapan pengiriman atlet untuk pekan olahraga wilayah (Porwil) dan Pra Pekan olahraga nasional (PON)," pungkasnya.

Sekitar 10 M anggaran yang dimiliki KONI Babel dalam mensukseskan Porwil dan pra-PON untuk menuju PON 2020 di Papua mendatang, menurut Kadiskepora Suharto,  kesulitan anggaran dapat teratasi jika adanya sinergitas antara KONI provinsi dengan KONI kabupaten/kota serta diskepora Babel dan diskepora kabupaten/kota.

Maju tidaknya olahraga di Babel yang endingnya akan berpengaruh terhadap nama baik prestasi olahraga babel, menurut kadiskepora Suharto, bahwa keterbukaan informasi setiap program KONI serta sinergitas yang terjalin antara KONI provinsi dan KONI kabupaten/kota harus selalu harmonis terjalin dengan baik, katanya.

Ditambahkannya, setiap permasalahan akan dapat terselesaikan dengan baik jika adanya sinergitas antara semua pihak sehingga kesulitan anggaran dapat teratasi. daerah kabupaten/kota mau membantu, jadi ini bisa jadi solusi dalam Kesulitan anggaran, maka KONI Babel harus jalin sinergitas dengan KONI  kabupaten/kota.

" pembinaan atlet jangan lengah PON sudah di ambang pintu target yg di tetapkan koni 10 emas itu berat, jangan main-main maka di Butuhkan pembinaan dan Program dari koni yang jelas. Program yang sudah dijalankan harus ada laporan kepada gubernur yang tembusannya ke DPRD komisi 4, sehingga diskepora juga tahu", pesannya.

Sudah berapa kali, ketua KONI Babel diundang dan tidak pernah hadir dan tidak ada ditempat, kadiskepora Suharto sangat pesimis jika cita-cita KONI bisa terwujud. menurutnya, KONI harus segera melakukan koordinasi ke semua KONI kabupaten/kota dan memaparkan segala program KONI, diskepora siap menjembatani dan membantunya, tegas kadiskepora Suharto. 

"Diskepora sangat mendukung, saya berharap para atlet banyak yang lolos kualifikasi PON dan bisa mencapai target sepuluh emas PON nantinya", harap kadiskepora Suharto.

Sementara itu Harun kasie bidang sarana dan prasarana diskepora Babel yang juga selaku pengurus PASI Babel mengatakan pihaknya sedang mengusulkan dana anggaran pendapatan belanja daerah provinsi (APBD-P) sebesar 5,2 m yang nantinya di peruntukkan untuk kontingen porwil dan atlet berprestasi di kejurnas dan Porwil.

adapun jumlah kontingen 30 orang panitia, 117 atlet , 10 official dan 30 orang pimpinan kontingen. keselurahan Sekitar 187 orang yang akan diberangkatkan menuju porwil dan pra-PON. untuk bonus atlet porwil dan pra-PON sekitar 2'5 m. Sedangkan dana untuk kontingen sekitar 2,7 m, perkiraan Penyelenggaraan kegiataan lebih kurang 10 hari, jelasnya.

"untuk bonus maka harus mengacu pada pergub yang sudah ada, maka lakukan koordinasi, untuk bonus emas, perak dan perunggu berapa nilainya, sehingga sesuai dengan pergub", pungkasnya.

Ditambahkannya, jika dana usulan 5,2 m apbdp disetujui semuanya, maka keinginan untuk semuanya bisa terakomodir, namun menurutnya, jika dana apbdp 5'2 m tidak disetujui semuanya maka harus dilakukan  revisi lagi. maka harus dibuat alternatif lain, alternatif minimal berapa dana yang dibutuhkan oleh KONI. 

"Tetapkan kriteria atlet yang akan dikirim, kedua, kebijakan KONI seperti apa, solusi terakhir yaitu lakukan rapat anggota dengan kabupaten/kota", tegasnya.

Rapat dihadiri Kadiskepora Babel Suharto, didampingi sekretaris diskepora Azami Anwar beserta kabid diskepora Babel dan wakil ketua umum Edi zuwardi beserta anggota pengurus KONI provinsi Babel

Sumber: 
Diskepora
Penulis: 
Adit