Produksi Padi dan Jagung Alami Kenaikan

Pangkalpinang – Produksi Padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 (Angka Ramalan II) diperkirakan mencapai 28.103 ton padi Gabah Kering Giling (GKG) mengalami kenaikan sebesar 4.622 ton GKG (19,68 persen) dibandingkan Angka Tetap tahun 2014. Kenaikan produksi dikarenakan meningkatnya luas panen sebesar 2.597 hektar (26,12 persen).
 
“Kenaikan produksi padi sebesar 4.622 ton (19,68 persen) tahun 2015 terjadi pada subround Januari – April sebesar 1.234 ton (7,67 persen), subround Mei Agustus sebesar 1.560 ton (28,92 persen), dan subround September – Desember produksi padi mengalami kenaikan sebesar 1.828 ton (91,86 persen) dibandingkan pada subround yang sama tahun sebelumnya (year on year),” papar Herum Fajarwati Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Konferensi Pers di kantor BPS, Senin (02/11/2015).
 
Lebih lanjut Herum menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penghitungan Angka Ramalan II (ARAM II Tahun 2015), produksi jagung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 10 ton (1,39 persen) atau 731 ton pipilan kering dibandingkan dengan tahun 2014.
 
“Kenaikan produksi diperkirakan karena peningkatan nilai produktivitas sebesar 4,19 kuintal per hektar (12,44 persen),” ungkapnya.
 
Untuk kenaikan produksi jagung sebesar 10 ton (1,39 persen) tahun 2015 terjadi pada subround Januari – April dan subround Mei – Agustus dengan masing-masing sebesar 21 ton (8,79 persen) dan 54 ton (18,95 persen).
 
Sedangkan penurunan produksi terjadi pada subround September – Desember sebesar 65 ton (32,99 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2014 (year on year).
 
Berikutnya dijelaskan Herum berdasarkan hasil perhitungan Angka Ramalan II 2015 produksi kacang tanah tahun 2015 diperkirakan menurun sebesar 73 ton (32,59 persen) dari produksi tahun sebelumnya sebesar 224 ton atau 151 ton biji kering.
 
“Produksi menurun dikarenakan adanya penurunan luas panen sebesar 55 hektar (26,70 persen) dan penurunan produktivitas sebesar 0,87 kuintal per hektar (8,00 persen),” paparnya.
 
Penurunan produksi kacang tanah tahun 2015 diungkapkan Herum, sebanyak 73 ton pada setiap subround Januari – April turun sebesar 31 ton (31,63 persen), subround Mei – Agustus mengalami penurunan sebesar 22 ton (26,19 persen) dan subround September – Deseember juga mengalami penurunan sebesar 20 ton (47,62 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2014.
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina Andini
Fotografer: 
Fajrina Andini/Suci Lestari