Produsen Benih Padi di Babel Sepakat Tingkatkan Produksi

PANGKALPINANG - Produsen benih padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sepakat untuk meningkatkan produksi pada musim tanam tahun ini. Kesepakatan tersebut tertuang dalam rumusan Pertemuan Forum Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018 di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, Sabtu (16/3). Kegiatan yang difasilitasi oleh UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih (BPSMB) Provinsi Babel tersebut berlangsung selama dua hari sejak tanggal 15 Maret 2018 dan diikuti hampir seluruh produsen benih padi baik yang tergabung dalam Program Desa Mandiri Benih (DMB) maupun produsen benih swadaya.

“Alhamdulillah semua produsen berkomitmen untuk berproduksi dan sepakat untuk meningkatkan produksi benih padi pada tahun ini. Komitmen ini harus kita kawal bersama,” kata Kepala UPTD BPSMB Provinsi Babel, Ujang Djohan.

Ujang berharap benih padi yang diproduksi para produsen benih tersebut dapat mengurangi ketergantungan petani di Babel terhadap pasokan benih dari luar daerah. Karena itu komitmen dari para produsen benih diperlukan agar kegiatan usaha tani sawah tidak terganggu.

“Kebutuhan benih padi di Babel sangat tinggi sekitar 500 ton lebih. Selama ini benih-benih tersebut dibeli dari luar daerah. Dengan adanya Program DMB kita harapkan bisa mengurangi ketergantungan benih tersebut dari luar daerah. Ini peluang bisnis bagi produsen benih di Babel,” kata Ujang.

DMB merupakan program Kementerian Pertanian yang didanai dari APBN. Program yang dimulai sejak tahun 2015 tersebut bertujuan untuk mencukupi kebutuhan benih padi khususnya di areal persawahan yang berada di sekitar wilayah DMB itu sendiri. Di Babel, DMB berjumlah 14 unit yang tersebar di beberapa kabupaten.

“Ada fasilitas penunjang yang dibangun pemerintah untuk DMB tersebut. Namun bantuan itu bersifat stimulant sebagai pemicu agar mereka semangat dan bisa bekerja dengan baik. Ke depan mereka diharapkan mandiri dan dapat terus memproduksi benih secara berkelanjutan,” tambah Ujang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel Toni HA Batubara yang diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Babel Zola Lienna ketika membuka Forum Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018, Kamis (15/3) menilai Program DMB merupakan program yang sangat strategis dalam upaya mendukung peningkatan produksi padi.

“Karena itu DMB ini harus dilanjutkan. Kalau kita mendengar ada istilah berdaulat di bidang pangan maka kita harus mulai juga dengan istilah berdaulat di perbenihan. Apalagi areal persawahan di Babel cukup luas. Yang penting harus diatur ketersediaan benihnya ketika dibutuhkan. Kalau untuk musim tanam April – September maka pada bulan Maret benihnya sudah harus tersedia,” kata Zola.

Sumber: 
Dinas Pertanian
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Irwanto