Puan Bakal Terima Kunjungan Peserta Diklat Revolusi Mental

Subang – Rencananya Puan Maharani Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bakal menerima kunjungan 64 peserta Diklat Revolusi Mental Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia. Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ikut dalam pertemuan besok, Kamis (30/4/2015).

Anas Saputra Kepala Biro Humas Kampus Revolusi Mental, Binong, Subang, Jawa Barat mengatakan, selain peserta terdapat sepuluh pendamping mengikuti kuliah umum di Kantor Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kegiatan ini merupakan salah satu pembekalan materi bagaimana menjadi aparatur yang baik.

“Rencananya pukul 10.00 WIB peserta diklat diterima menteri. Peserta akan mendapatkan kuliah umum selama dua jam. Materi kuliah mengenai bagaimana menjadi aparatur yang baik atau kompetensi apa yang sesuai arah dan cita-cita program pemerintah,” jelasnya, Rabu malam (29/4/2015).

Pembekalan materi atau kuliah umum secara langsung dilakukan Puan Maharani Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Ini merupakan kehormatan bagi peserta dan kesempatan, kebanggaan bagi pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Ini gelombang satu (peserta diklat-red), dan Pak Gubernur mengatakan akan ada kelanjutan dari kegiatan ini,” ungkapnya.

Lebih jauh Anas mengatakan, hari ini peserta mendapatkan materi dari Prof Sofian Effendi Ketua Komisi ASN dan DR Made Suandi Komiosioner ASN. Peserta diklat antusias menerima materi. Ada mutiara hikmah dari kegiatan ini, dan tak sia-sia keputusan Gubernur mengirimkan peserta diklat.

Setelah materi kuliah umum, peserta kembali ke kampus revolusi mental untuk mengikuti materi gladi menajemen pemerintah. Ia menjelaskan, materi tersebut mengajarkan peserta belajar tentang menyelesaikan masalah. Mungkin pengalaman matang, namun teknisnya yang perlu ditambah.

“Apa yang terjadi di Bangka Belitung, bagaimana solusinya. Kami baru melaksanakan diklat ini dan kami adopsi dari materi Lemhanas. Materi ini akan disampaikan narasumber dari Lemhanas dan Kemendagri," paparnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sangat tertarik dengan kegiatan revolusi mental dan telah mengunjungi kampus ini sebanyak dua kali. Ia menambahkan, pertama datang akhir Maret lalu saat penutupan diklat revolusi mental dari Pemkot Pangkalpinang. Kemudian ketika pembukaan diklat revolusi mental untuk pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diklat revolusi mental untuk mengubah mindset. Sebab mindset pejabat harus diubah, jika dulu harus dilayani sekarang pejabat harus melayani masyarakat. Menurut Anas, kultur seperti itu harus diubah dan mungkin ini tidak mudah. Karena membutuhkan proses mengubah mindset. Selain itu pejabat esselon II harus bisa mengayomi bawahanya.

“Untuk mengubah mindset dan kultur ini, kami menghadirkan pemateri dari ahli-ahli psikologis,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Huzari