Rachman Terkesan Dengan Pola Pikir Pemuda di Malaysia

Pangkalpinang - Abdurrohman Septiadi (26), pemuda asal Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terkesan dengan keramahan dan pola pikir pemuda di negara Malaysia. Pasalnya,  power pemuda yang sangat luar biasa aktif.

Berbagai bidang ilmu dan wawasan diperoleh Rohman selama mengikuti Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019, Program IMYEP di negara Malaysia, seperti : bidang entrepreneurship, ekonomi kreatif, kepemimpinan dan pendidikan kepemudaan.

Abdurrohman Septiadi (26), mengemukakan, seperti halnya Indonesia, Malaysia adalah negara yang bagus serta penduduknya baik dan ramah. Menurutnya, Ia tidak menemukan adanya kesan negatif yang didapatkan selama berada di Malaysia. Ini adalah modal yang baik untuk Indonesia - Malaysia maju bersama kedepannya dan bisa memiliki hubungan bilateral yang baik, jelas Abdurrohman.

"Orang Malaysia baik - baik dan ramah, saya berharap kedepannya kerjasama antara negara Malaysia dengan Indonesia lebih baik lagi, baik dari pemudanya, seluruh elemen maju bersama antara negara indonesia dan Malaysia", pungkas pemuda yang akrab disapa Rachman, saat berkunjung ke kantor dinas kepemudaan dan olahraga Babel, selasa (08/10/2019).

Dikatakannya, Kementerian Belia Sukan malaysia Memberikan kepercayaan kepada para pemuda yang terpilih dari dewan pemuda. Selain itu katanya, pemerintah Malaysia sangat mensuport pemuda seperti akses untuk pemuda lebih luas.

"di Malaysia ada namanya, dewan pemuda berusia 18-25 tahun. sedangkan pemudanya berusia 16-30 tahun, didukung oleh pemerintah serta motivasi yang tinggi dari para pemudanya", jelas Rachman yang juga seorang guru bahasa inggris dan juga mantan seorang penyiar radio.

 "Ini yang bisa ditularkan kepada para pemuda di Babel, jadi Tidak hanya sekolah, pulang sekolah, selain sekolah juga harus aktif diorganisasi masyarakat serta aksi nyata lainnya,” terangnya.

Ketika disinggung mengenai bidang enterprenuer dan ekonomi kreatif, Rahman mengemukakan, teknologi sangat berperan terhadap kreativitas lokal. Menurutnya, ketika budaya dipadukan dengan mesin, maka akan melahirkan karya baru yang memiliki kualitas dan nilai jual yang tinggi serta bisa membantu mengefisienkan waktu dalam hal produksi.

"Untuk ekonomi kreatif kita belum mengarah ke manufaktur namun masih cara tradisional, kalau disana (Malaysia) sudah serba mesin,” ujarnya.

Untuk kemasan produk juga agar dikemas semenarik mungkin , sehingga menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut.

"Kemasan produk yang ditampilkan mengacu pada segmentasi produk, seperti kemasan biasa sampai segmentasi kemasan produk untuk anak-anak,” jelasnya .

Sumber: 
Diskepora
Penulis: 
Adit
Fotografer: 
Adit