Rakor Diskominfo Hasilkan Sepuluh Kesepakatan

Pangkalpinang – Sebanyak sepuluh butir kesepakatan dihasilkan dari Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Komunikasi dan Informatika se Bangka Belitung, Selasa (24/3/2015). Sepuluh kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuat kemajuan terhadap pengembangan teknologi  komunikasi.

Sejumlah rekomendasi tersebut di antaranya, mengupayakan percepatan pembentukan Diskominfo kabupaten/kota, penerapan aplikasi siMAYA, melakukan registrasi host web dan mail ke Kemkominfo, wajib menggunakan PNS mail, penguatan data center kabupaten/kota.

Sementara lima rekomendasi lainnya, Kominfo provinsi menfasilitasi jabatan fungsional humas dan pranata komputer, melakukan penguatan Sistem Databest Dukungan Kebijakan Nasional (SDDKN), menfasilitasi pembentukan PPNS bidang Postel, menentukan tempat pelaksanaan rakor Kominfo tahun 2015 di Kabupaten Belitung dan terakhir melakukan benchmarking ke Kota Tarakan Kalimantan  Utara di tahun 2015.

Selain menghasilkan kesepakatan, rakor tersebut juga membahas mengenai persiapan festival desa teknologi informasi dan komunikasi (DesTIKa) yang rencananya digelar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Festival DesTIKa merupakan festival TIK rakyat perdesaan untuk menggerakkan partisipasi komunitas desa. Melalui festival ini masyarakat dapat memanfaatkan TIK secara cerdas, kreatif dan produktif.

“Tugas kita bersama untuk menyukseskan kegiatan itu,” tegas Noviar Ishak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Diskusi Forum SKPD Diskominfo, Selasa (25/03/15).

Festival DesTIKa merupakan forum komunikasi dan ajang berkumpul serta berbagi pengalaman antar komunitas dan penggiat desa. Ia menambahkan, digelarnya kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan desa di Indonesia. Penunjukan Beltim sebagai tuan rumah festival DesTIKa harus diapresiasi.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Babel harus saling mendukung dan bekerja sama. Kabupaten harus melibatkan provinsi dalam pelaksanaan DesTIKa ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Adlan Taufik Kabid Kominfo Dishubkominfo Kabupaten Belitung Timur. Ia menjelaskan, penunjukan Beltim sebagai tuan rumah festival desTIKa 2015 diketahui sejak tanggal 29 Januari 2015. Adapun pelaksanaan festival desTIKa ini di Desa Langgang, Kecamatan Gantung.

Ada hal unik dalam festival desTIKa 2015. Ia menambahkan, festival tersebut menampilkan potensi dan kearifan lokal serta budaya guna menunjukan potensi Babel kepada daerah-daerah lain. Berangkat dari festival ini diharapkan memberikan motivasi kepada desa-desa dalam menggunakan sarana TIK sebagai salah satu bentuk pelayanan transparansi pembangunan desa.

“Kita mendorong desa untuk mempromosikan potensi lokal dan menggali ide serta inovasi pemanfaatan TIK. Hasil yang diharapkan, peserta dapat memahami konsep pemahaman TIK sebagai suatu komponen penting dalam mobilisasi informasi, pengawasan eksternal dan evaluasi eksekutif di desa,” ungkapnya.

Peserta festival desTIKa menginap di rumah-rumah warga desa tuan rumah. Hal tersebut bertujuan agar peserta dapat berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan warga setempat.

Sementara Hendri Suzanto Kabid Kominfo Dishubkominfo Kabupaten Belitung mangatakan, selain desTIKa yang memberdayakan desa, ada juga kelompok informasi masyarakat (KIM) yang harus diberdayakan. KIM yang telah ada harus dikembangkan dengan memperhatikan kaulitas kelompok.

“Kita sudah melakukan sosialisasi KIM di Belitung. Kapasitas Kominfo hanya sebagai fasilitator dalam pemberdayaan ini,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Huzari