Rakor Revitalisasi BLUD SMK, Gubernur Erzaldi Minta Kembangkan Kompetensi Yang Spesifik

Pangkalpinang – Rapat koordinasi revitalisasi Badan layanan Usaha Daerah (BLUD) SMK, menghadirkan seluruh SMK se-Bangka Belitung. Pertemuan ini bertujuan untuk pemantapan business plan yang akan dilaksanakan oleh setiap sekolah. Masing-masing sekolah tersebut, memiliki potensi dan keunggulan  yang dapat dipasarkan melalui layanan BLUD.

Harapan Gubernur Erzaldi Rosman, bahwa sekolah-sekolah di Babel  setelah memiliki BLUD, mampu mengembangkan teaching factory  di masing-masing sekolah. Sehingga, keterampilan para siswa dapat bersaing tidak hanya di tingkat lokal, namun juga dtingkat nasional, bahkan hingga tingkat internasional.

“Hal ini merupakan upaya pemerintah pemprov Babel dalam rangka meningkatkan kompetensi, yang dapat link and match terhadap ilmu yang mereka miliki dengan kebutuhan industry,” ujar Kepala Dinas Pendidika, Muhammad Soleh, saat Rakor yang digelar di rumah dinas gubernur, pada hari Selasa (24/12),

Revitalisasi ini merupakan anggaran dari pusat. Selain untuk mengembangkan BLUD, pemprov Babel juga menganggarkan untuk pengembangan sekolah, sehingga terjadi sharing dana pusat dan daerah untuk meningkatkan pengembangan usaha sekolah.

Dana yang dikucurkan oleh pusat kurang lebih sebesar 6 miliar rupiah untuk revitalisasi masing-masing sekolah. Provinsi Bangka Belitung termasuk yang terbanyak se-Indonesia dalam mengembangkan BLUD.

“Dana pusat ini tidak hanya fokus untuk ke usaha, tetapi juga revitalisasi secara menyeluruh, mulai dari sarana dan prasarana, pembelajaran, dan peningkatan SDM, termasuk SDM pendidik,” jelas Soleh.

BLUD ini merupakan payung hukum sekolah-sekolah dalam melaksanakan kegiatan, dengan profit yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan adanya BLUD ini, pengelolaan keuangan melalui BLUD sebagai payung hukum,” tambahnya.

Diseluruh Indonesia ini baru ada tiga provinsi yang mengembangkan BLUD, diantaranya adalah Jawa Timur,  Jawa Tengah, dan Bangka Belitung. Untuk Bangka Belitung sendiri, hampir seluruh sekolah dengan jumlah kurang lebih 33 sekolah. Dengan ini, Babel lebih banyak mengembangkan BLUD dari Jawa Timur yang hanya mengembangkan BLUD pada 28 sekolah.

“Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah yang luar biasa. Pak gubernur kita dari awal menyuruh seluruh sekolah-sekolah harus punya BLUD. Karena untuk pengembangan usaha, dan pengembangan keterampilan anak-anak melalui BLUD ini lebih besar,” kata Saleh.

Untuk itu, gubernur Erzaldi meminta masing-masing sekolah agar menentukan kompetensi spesifik yang dimiliki. Sekolah yang memiliki kompetensi yang sama, prioritasnya adalah keunggulan dari masing-masing sekolah. Hal ini untuk menghindari persaingan dalam perebutan konsumen.

“Sekarang, apa yang menjadi spesialisasi masing-masing SMK tersebut, harus menyiapkan guru pendampingnya. Jadi guru pendamping ini keahliannya spesifik, dan gajinya diluar standar. Kami mengutamakan membantu yang memiliki kompetensi spesifik, agar tidak saling berebut pasar,” tutup gubernur Erzaldi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo