Rakor Upsus Siwab, Targetkan 2004 Sapi Akseptor IB Di Tahun 2017

PANGKALPINANG - Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) merupakan gerakan nasional, dalam upaya peningkatan produksi, populasi dan produktifitas ternak khususnya sapi dan kerbau dengan memfokuskan peningkatan populasi ternak melalui inseminasi buatan (IB).

Toni Batubara, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, upaya khusus ini merupakan komitmen pemerintah dalam menuju swasembada sapi yang ditargetkan Presiden RI pada 2026 mendatang Indonesia diharapkan mandiri dalam pemenuhan pangan asal ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

“Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menargetkan 2004 ekor akseptor IB di tahun 2017.” Jelas Toni Batubara, pada saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Sun Hotel Pangkalpinang, Rabu, 8 Februari 2017.

Berdasarkan hasil pendataan masalah perternakan pada tahun 2016, terjadi peningkatan populasi, yang sebelumnya 9.618 ekor, saat ini menjadi 11.454 ekor. Dengan jumlah sapi betina produktif sebanyak  4.265 ekor. Dari target 2004 ekor akseptor IB ditargetkan akan bunting 1.182 ekor.

Toni Batubara optimis target 2004 akseptor IB di tahun 2017 akan berhasil dicapai dengan didukung komitmen yang kuat, pembiayaan, sumber daya manusia yang cukup. Tapi memerlukan kerja keras khususnya tenaga inseminator, PKB dan ATR.

Menurut Toni Batubara, selama ini sistem perkawinan ternak di Bangka Belitung masih dominan dengan Intensifikasi Kawin Alam (Inka) yang  secara perlahan-lahan dirubah menjadi IB.

“Angka kematian ternak di Bangka Belitung cukup tinggi, yaitu 4% dari populasi ternak. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita agar kematian ternak yang cukup tinggi bisa di atasi. Ancaman penyakit lainnya yaitu penyakit Zoonosis. Yang paling anyar yang kita dapat berita penyakit antrax yang ada di Yogjakarta,”pungkas Toni.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Noviansyah