Rapat Teknis Komunitas BabelPeduli, Begini Pesan Mikron

PANGKALPINANG -- Hingga saat ini sudah terdata 200 lebih komunitas bergabung dalam aksi BabelPeduli. Sejumlah komunitas ini akan menanam pohon di sepanjang ruas jalan menuju Desa Bukit Layang. Titik pemberhentian dan penanaman pohon pertama di Desa Kace, Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Mikron Antariksa Kepala BPDB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang juga bertindak sebagai koordinator BabelPeduli menjelaskan, rute konvoi dan penanaman pohon dimulai dari kantor gubernur menuju Desa Kace Timur, Kace, Cengkong Abang, Petaling Banjar dan Petaling Jaya. Penanggung jawab di sejumlah desa tersebut komunitas VW, Rapi dan Pecinta TVRI Babel.

"Sehari sebelum kegiatan (Jumat 26/4/2019), bibit pohon akan dibawa oleh tim dari BPBD provinsi. Anggota komunitas tinggal melakukan penanaman di sejumlah desa yang telah ditentukan," kata Mikron saat memimpin Rapat Teknis Persiapan Penanaman Pohon di Halaman BPBD Babel, Sabtu (20/4/2019).

Sebagaimana dijadwalkan, aksi menanam pohon ini akan digelar, Sabtu 27 April 2019. Adapun acara puncak difokuskan di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Kegiatan ini merupakan bagian mitigasi bencana dengan melibatkan sejumlah komunitas se Bangka Belitung.

Pasalnya di hari yang sama, kegiatan serupa juga digelar di Kabupaten Belitung Timur. Lebih jauh Mikron mengatakan, setelah Desa Petaling Jaya, aksi dilanjutkan ke Desa Kemuja dan Zed. Penanggung jawab di dua desa ini Komunitas Jeep. Sedangkan untuk Desa Puding Besar dan Bakam dikomandoi Komunitas Karimun. 

Lalu di Desa Mangka dan Mabat diambil alih Komunitas Avanza (TACI). Mikron menegaskan, semua komunitas kumpul di Desa Bukit Layang pukul 13.00 untuk melaksanakan acara puncak. Sebab di desa tersebut akan dilakukan penanaman pohon secara bersama dan apel gabungan semua komunitas. Untuk komunitas lainnya bisa bergabung dengan komunitas penanggung jawab.

"Selain itu bisa mengikuti komunitas penanggung jawab menggunakan kendaraan sendiri. Kita juga akan mempersiapkan angkutan berupa bus. Untuk pengendara motor disarankan menggunakan helm. Selanjutnya silahkan berkoordinasi dengan komunitas penanggung jawab," saran Mikron.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
istimewa