Rendahnya Konsumsi Protein Masyarakat

Tanjung Pandan – Rendahnya konsumsi protein hewani, sayur dan buah-buahan oleh masyarakat mengakibatkan masalah kesehatan. Baik dari gizi ganda, gizi buruk, dan kelebihan gizi merupakan masalah yang harus dihadapi.

Hal ini dikatakan Suwandi, Sekjen Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam paparan “Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan se-Sumatera” pada Rapat Teknis Forum Kerjasama Gubernur se-Sumatera Tahap II di Hotel Aston Belitung, Rabu (03/09).

“Konsumsi pangan, mutu gizi dan keragaman pangan Indonesia belum memadai karena rendahnya daya konsumsi protein hewani, sayur dan buah-buahan oleh masyarakat Indonesia”, ungkapnya.

Keterbatasan kesediaan lahan pertanian, infrastruktur yang kurang memadai, sistem pengadaan benih yang tidak sesuai dengan musim tanam, kurangnya kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi maju, serta sulitnya  akses petani terhadap permodalan merupakan  permasalahan yang harus dihadapi oleh Indonesia dalam proses pembangunan pertanian.

“Indonesia harus memiliki strategi  besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan dalam menuju kemandirian ekonomi”,tegasnya.

 Menurutnya hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan penyediaan pangan atau produksi, mengurangi konsumsi beras dan beralih mengkonsumsi terigu yang menjadi pangan lokal yang berkualitas, meningkatkan kualitas, nilai tambah dan daya saing produk pertanian, serta pengendalian impor dan substitusi impor produk pertanian.

Ketahanan pangan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. (fa/sc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Fajrina