Reniati : 5 Strategi Memerangi Inflasi

Pangkalan Baru –  Inflasi merupakan suatu yang penting untuk dicermati karena memberikan pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Inflasi harus mampu dikendalikan karena menjadi suatu prasyarat utama dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Menjamin kelancaran dan memperpendek jalur distribusi pasokan barang kebutuhan pokok menjadi strategi untuk memerangi inflasi, ungkap Dr Reniati, SE, Msi, Akademisi UBB saat memberikan paparan dalam kegiatan Konreg PDRB-ISE Wilayah Sumatera, Kamis (13/6), di Hotel Novotel, Pangkalan Baru.

Reniati menjelaskan bahwa selain menjamin stock dan kelancaran distribusi, memperkuat aspek kelembagaan Pemda dan BI terutama dalam rangka menanamkan komitmen pihak terkait, meneliti analisis kenaikan administered price, mengidetifikasi faktor yang mempengaruhi penetapan UMP serta melakukan desiminasi untuk memberikan pemahaman masyarakat di daerah tentang resiko inflasi merupakan strategi memerangi inflasi.

Pemerintah daerah harus mengkaji peran inflasi dalam penetapan UMP dan pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat. Pemerintah harus mampu mengamankan kecukupan pasokan barang kebutuhan pokok serta meminimalkan gangguan harga didaerah untuk menekan angka inflasi.   

Lebih jauh lagi ia mengatakan, ada beberapa faktor umum yang menyebabkan terjadinya inflasi didaerah seperti tekanan terhadap nilai tukar, tingginya ekspektasi, dan kenaikan administered price. Namun, setiap daerah memiliki faktor inflasi yang berbeda. Infrastruktur yang buruk, pengaruh musiman, perilaku penimbunan dan inflasi volatile food menjadi faktor yang unik yang memparuhi tingginya angka inflasi.

Dari beberapa penelitian mengatakan bahwa masyarakat miskin dipedesaan relatif lebih rentan mengalami efek inflasi dibanding dengan masyarakat yang tinggal perkotaan. Kenaikan harga komoditi makanan juga memiliki dampak yang relatif jauh lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga komoditi lainnya. Terjadinya Inflasi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap peningkatan kemiskinan karena inflasi itu berbanding lurus dengan kemiskinan.

“Inflasi yang tinggi secara langsung mempengaruhi tingkat kemiskinan dan pengangguran Di Bangka Belitung, fenomena ini sedikit berbeda karena walaupun inflasi cukup tinggi terjadi di Pangkalpinang, namun tingkat kemiskinannya cukup rendah’’, ujarnya. (an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Surianto