Rokhmin Damuri ungkap potensi kelautan Bangka Belitung

Pangkalpinang, Indonesia merupakan negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia dengan 75% dari luas wilayahnya berupa laut atau sekitar 5,8 juta km2. Provinsi kepulauan Bangka Belitung sendiri memiliki luas wilayah seluas 81.725,14 km2 yang 79,90% (65.301 km2) wilayahnya adalah laut. Potensi ini lah yang membuat Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Damuri, MS  tertarik memaparkan potensi kekayaan laut pada coffee morning (10/03), di depan pejabat eselon 2 dan 3.

Sumberdaya kelautan selama ini hanya dipandang “sebelah mata”, kegiatan pemanfaatannya dilakukan kurang profesional dan tidak mempedulikan aspek kelestarian. “Sebagai perbandingan, di Jepang setiap 11 km garis pantai terdapat pelabuhan perikanan, sedangkan di Indonesia hanya miliki 1 pelabuhan perikanan (sekelas jepang) di setiap 4.500 km garis pantai, ungkap Rokhmin Damuri.

Dipaparkan oleh Rokhmin Damuri, laut Indonesia mengandung kekayaan alam yang besar dan beragam, baik berupa SDA terbarukan seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, dan produk-produk teknologi. SDA yang tak terbarukan seperti minyak dan gas bumi, timah, biji besi, bauksit, dan mineral lainnya, selain itu juga energi kelautan seperti pasang surut, gelombang, angin dan OTEC atau Ocean Thermal Energy Conversion, maupun jasa-jasa lingkungan kelautan seperti untuk pariwisata bahari, transportasi laut, dan sumber keragaman hayati serta plasma nutfah.

“Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus mampu mengkapitilisasi posisi geoekonomi yang strategis (ALKI-1) dengan membangun kawasan industri berkelas dunia berbasis ekonomi kelautan, seperti success story Singapura, Qatar, dan Dubai”, ujar Rokhmin Damuri.

Ada 11 sektor ekonomi kelautan yang bisa dimanfaatkan, (1) perikanan tangkap, (2) perikanan budidaya, (3) industri pengolahan hasil perikanan, (4) industri bioteknologi kelautan, (5) pertambangan dan energi, (6) pariwisata bahari, (7) trasportasi laut, (8) industri dan jasa maritim, (9) sumberdaya wilayah pulau-pulau kecil, (10) coastal forestry, dan (11) SDA nonkonvensional. “Indonesia memiliki nilai ekonomi kelautan sebesar 1,2 triliun dollar AS pertahun dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi 40 juta orang”, tambah Rokhmin Damuri.

“Dengan mengimplementasikan road map pembangunan Kelautan dan Perikanan sebagaimana yang saya uraikan secara konsisten, sistematik, dan berkesinambungan, Insya Allah pada 2019 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan maju, sejahtera, dan mandiri” lanjut Rokhmin Damuri yang juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB.

Hadir juga pada saat coffee morning, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir. H. Syahrudin, M.Si dan Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yan Megawandi. (rf7istw)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Rizky