RSUD Dr. (H. C.) Ir. Soekarno Hadirkan Dr. Liong Liem, MD, PhD, FIPP dari Belanda

Bangka-Saat ini rumah sakit dituntut mampu secara intensif untuk memberikan pelayanan manajemen nyeri kepada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu fokus pelayanan yang sedang dikembangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.  (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . Hal ini diungkapkan oleh drg.  Mulyono Susanto selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat membuka Kegiatan Seminar Internasional " Interventional Pain Management " di Gedung Malaria Center hari ini Minggu 17 Maret 2019.
 
“  Permasalahan nyeri menjadi salah satu prioritas karena kasus-kasus manajemen nyeri saat ini menjadi salah satu kasus yang cukup tinggi. Beliau berharap dengan adanya kegiatan ini menjadi semangat dalam mengembangkan pelayanan kesehatan di Bangka Belitung terutama pelayanan intervensi nyeri sebagai salah satu pelayanan yang baru di RSUD Dr.  (H.C) Ir. Soekarno"
 
Pada seminar ini hadir narasumber yakni Dr Liong Liem, MD,  PhD,  FIPP dari Maastricht University Medical Netherlands. Pada kesempatan ini Dr.Liong menyampaikan bahwa nyeri merupakan pengalaman/ rasa tidak nyaman yang dikaitkan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial dengan komponen sensorik, emosional, kognitif, dan sosial.  
 
Menurutnya, rasa nyeri yang dirasakan pasien tidak dapat dihilangkan hanya dengan obat anti nyeri. Dibutuhkan penanganan yang komprehensif dari berbagai bidang kedokteran.
Hal senada diungkapkan oleh Dr. Armayani Rusli, Sp B Finacs selaku Direktur Utama RSUD Dr.  (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 
 
Manajemen Nyeri adalah satu gejala sistem dari suatu penyakit yang membuat pasien merasa tidak nyaman sebelum ataupun sesudah penanganan dilakukan. Tingkat rasa nyeri ini memiliki tingkatan sehingga semua multidisplin kedokteran ada mulai dari ahli penyakit dalam, ahli bedah, rehabilitasi medik dan bidang lainnya. 
 
Selanjutnya Dr. Armayani mengungkapkan bahwa saat ini pengembangan unit pelayanan nyeri dari segi infrastruktur,  alat,  serta sumber daya manusia di RSUD Dr.  (H.C) Ir. Soekarno sudah berjalan.  
 
Dari segi infrastruktur serta alat RSUD telah memiliki alat Ultrasonografi (USG)  Nyeri dan Radio Frekuensi Nyeri. Selain itu dari segi pengembangan Sumber Daya Manusia, RSUD  mengikut sertakan Dr.  Farhan Ali Rachman, Sp.An untuk mengikuti pendidikan Fellow Pain Intervensi di Surabaya. 
 
“ Semua pasien dengan gejala nyeri telah dapat ditangani di RSUD Dr.  (H.C) Ir. Soekarno, kita telah menyiapkan pelayan medis serta obat-obatan yang  memadai. Dengan adanya seminar internasional ini dan sosialisasi kita berharap RSUD Dr.  (H.C) Ir. Soekarno dapat menangani pasien dengan gejala nyeri dan kedepannya kita akan mengadakan ekspansi ke daerah lain seperti Batam, Kalimantar Barat serta daerah lain yang menyediakan penerbangan langsung ke Bangka."
 
Pada kesempatan ini, Dr Liong juga membagikan pengalaman dan perkembangan ilmu kedokteran kepada peserta yang mayoritas berprofesi sebagai dokter terkait penanganan nyeri terhadap kanker “ Invasive Treatment In Cancer Pain”. Selain Dr. Liong hadir juga narasumber lainnya yakni Willy Halim, MD, Ph.D, FIPP beliau adalah Anestesiology Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dr. Said Shofwan, Sp.An, FIPM, FIPP dan dr. Wignyo Santosa, Sp.An, KIC, FIPM dari RS Islam Sultan Agung, Semarang.
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Imeldarina Ginting
Fotografer: 
Imeldarina Ginting
Editor: 
Fitra