Satgas Pangan Sidak Pasar Modern, Makanan Kadaluwarsa Masih Ditemukan

PANGKALPINANG- Tim Reaksi Cepat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tergabung dalam Satgas Pangan Babel melakukan sidak di 12 pasar  modern yang ada di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, Senin (29/4/2019).

Tim yang terdiri dari Disperindag Babel, Polda Babel, Dinas Pangan Babel dan instansi terkait lainnya turun untuk melakukan sidak  di 12 titik pasar modern tersebut yaitu: Hypermart BTC,  Ramayana, TJ Mart Selindung, TM Mart Pagarawan , Puncak Jl. Bacang, Puncak Jl. Sudirman, TJ. Mart Ruko Hijau,  Giant , TJ. Mart Sungai Selan, Swalayan Jembatan12, Swalayan Acing Bukit Merapin, Toko Agus.

Pada kesempatan  itu Anggota Tim Satgas Pangan,  Riza, mengungkapkan hasil temuan di lapangan terdapat produk kemasan yang telah rusak dan kadaluwarsa. 

"Dari hasil sidak yang dilakukan tim tersebut ditemukan  kemasan produk yg rusak dan kadarluasa, namun pengelola masih memajangkan produk yang telah rusak dan kadaluarsa tersebut, tapi sudah kita amankan," ungkap Riza .

Ditambahkannya,  hasil pengawasan yang dilakukan khususnya beras yang dijual di beberapa  pasar yang dilakukan sidak tersebut,  masih terdapat satu, dua pasar modren yang belum mengikuti peraturan yang telah ditetapkan , contoh Ramayana (beras), TJ. Mart (gula) HET yang diatur Permendag 57 Tahun 2017  (beras premium 13.300, medium 9.950 Gula 12.500, minyak kemasan sedehana 11.000, daging beku 80.000), gudang penyimpanan yang tidak tertata rapi, cara penjualan dalam pencantuman harga pada 2 digit terakhir belum tertib,  beberapa produk UMKM yg belum mencantumkan kadarluasa,  penerapan tata cara penebalan harga pada dua digit terakhir.

Kemudian Riza mengungkapkan  secara umum beberapa pasar modren telah mengikut aturan penatapan harga HET sesuai dgn Permendag 57 tahun 2017, namun masih ada beberapa pasar modern belum melaksanakan ketentuan tersebut dan melakukan sortir barang yang telah  kadarluasa. 

"Kita juga melakukan sidak paket- paket yang dibuat para pedagang yang dijadikan parsel, agar barang yang dijadikan parsel adalah bukan  barang-barang yang sudah kadaluarsa, maka kita buka dan cek  jangan sampai barang yg di buat parsel adalah barang kadarluasa," jelas Riza di sela-sela sidak yang dilakukan bersama tim . 

Riza meminta kepada pelaku usaha agar tidak menjualbelikan barang barang yang rusak dan kadaluarsa , begitu juga kepada pembeli atau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dalam belanja, teliti dalam membeli, serta belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Mamaq