Sebentar Lagi Bedah Pasien Kanker Bisa Ditangani RSUD Provinsi, Gubernur Erzaldi: Banyak Untungnya

PANGKALPINANG -- Tak perlu menunggu hingga 14 tahun untuk melayani dan meringankan beban penderita kanker. Pasalnya dalam waktu dekat RSUD DR Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah bisa melayani bedah penyakit kanker. 

Hal ini tak lepas dari kemajuan teknologi di bidang komunikasi. Menurut dr Lies Dina Liastuti, SpJP (K), MARS Direktur Utama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), ini merupakan bentuk kelanjutan kerja sama yang telah dilakukan selama dua tahun belakangan.

"Rumah sakit Provinsi Bangka Belitung mempunyai fasilitas cukup lengkap," kata Lies Dina Liastuti saat Konferensi Pers di Restoran Gale-Gale, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (24/1/2019).

Menggunakan peralatan yang cukup lengkap tersebut, kata Lies Dina Liastuti, rumah sakit Provinsi Bangka Belitung bisa menjalani operasi pasien kanker. Cara yang digunakan dengan melakukan konsultasi jarak jauh menggunakan video call.

Dengan menggunakan teknologi ini, kata Lies Dina Liastuti, dokter yang sedang melakukan operasi di Bangka Belitung bisa langsung berkonsultasi dengan dokter di RSCM Jakarta. Selanjutnya dokter dari Jakarta membantu membantu proses operasi.

"Untuk menjalankan program ini membutuhkan jaringan 4G. Mengenai hal ini sudah bekerja sama dengan kominfo. Ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan di bidang kesehatan. Besok kita uji jaringan," jelasnya.

Sementara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menjelaskan, dukungan jaringan komunikasi yang baik membuat video call beresolusi tinggi. Sekarang ini alat bedah yang dimiliki rumah sakit provinsi tak kalah dengan rumah sakit di Jakarta.

Setiap tahun terjadi peningkatan kasus penderita penyakit kanker. Gubernur Erzaldi mengatakan, tahun 2015 terdata sekitar 16 pasien, tahun 2016 ada 44 pasien, tahun 2017 terdapat 206 pasien dan di tahun 2018 jumlah pasien penderita kanker sudah delapan ratusan lebih.

"Kasus tumor otak cukup banyak di Bangka Belitung. Mungkin sebelumnya warga tidak tahu telah menderita kanker otak. Operasi ini hemat biaya, karena pasien tidak perlu ke Jakarta. Banyak untungnya," tegas Gubernur Erzaldi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Padli