Sektor Pariwisata Butuh SDM Berkualitas

Bangka Tengah – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertekad meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung. Selain melakukan promosi juga akan mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Sebab selama ini Bangka Belitung hanya memiliki SMK di bidang pariwisata, namun ke depan direncanakan membangun perguruan tinggi yang mempunyai bidang studi pariwisata.

Ahmad Yani Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, untuk menunjang sektor pariwisata tentunya harus meningkatkan sumber daya manusia. Selama ini sumber daya manusia masih didatangkan dari luar, namun ke depan dapat mengandalkan sumber daya lokal. Salah satu caranya yaitu, membentuk perguruan tinggi dengan bidang studi pariwisata.

“Selama ini Bangka Belitung hanya memiliki SMK jurusan pariwisata, namun ke depan bisa dibuat perguruan tinggi dengan bidang studi pariwisata,” jelasnya saat membuka kegiatan Sosialisasi Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) di Hotel Santika, Rabu (5/11/2014).

Lebih jauh ia menjelaskan, terdapatnya jalur penerbangan langsung dari suatu destinasi ke destinasi lain juga dapat meningkatkan kunjungan pariwisata. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan kunjungan pariwisata diperlukan infrastruktur yang baik. Namun jika dibandingkan sepuluh tahun lalu, tentunya kondisi sektor pariwisata di Bangka Belitung sudah jauh lebih maju. Hal tersebut buktikan banyaknya investasi masuk ke Bangka Belitung.

“Ke depan, sektor pertambangan di Bangka Belitung digantikan dengan sektor pariwisata yang lebih ramah lingkungan. Sebab semakin maju suatu negara akan lebih maju sektor jasa pariwisatanya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Yuna Ketua BPPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan, BPPD Bangka Belitung sudah siap meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Langkah yang dilakukan dengan meningkatkan promosi pariwisata. Melakukan promosi berbeda dengan berdagang kuliner yang dapat dijual habis ketika mengikuti pameran. Untuk itu perlu kerja sama yang baik antara pemerintah, BPPD dan stakeholders.

“Promosi jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau dilakukan bersama, rintangan sebesar apapun dapat dihadapi,” harapnya.

Sementara Didien Junaedy Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Indonesia menjelaskan, dalam mengembangkan bidang pariwisata harus memperkuat koordinasi. Terdapat beberapa faktor untuk mengembangkan destinasi di antaranya, kualitas SDM. Sebab tidak akan bisa mengembangkan pariwisata tanpa adanya SDM yang berkualitas untuk memberikan pelayanan maksimal. Selain itu kemapanan infrastruktur seperti dibukanya jalur penerbangan atau ketersediaan listrik.

“Jika tidak didukung infrastruktur, dapat membuat wisatawan tidak betah. AC mati saja dapat membuat wisatawan tidak betah. Sebelum bicara infrastruktur lain, lebih baik selesaikan dahulu infrastruktur kelistrikan,” ungkapnya.

Selanjutnya harus dapat membuat potensi daerah menjadi sebuah prodak. Ia menjelaskan, dengan begitu wisatawan bisa bertanya dana dibutuhkan dan prodak yang ditawarkan ketika berkunjung ke Bangka Belitung. Jadi harus siap mengembangkan prodak, dan untuk mengembangkan prodak tersebut dapat berkoordinasi dengan BPPI. Jadikan satu prodak yang dapat dijual kepada wisatawan.

“Setelah itu melakukan promosi, dan kemudian membuka peluang investasi. Jangan sampai lahan untuk mengembangkan infrastruktur mahal, namun tidak ada prodak wisata yang dapat dijual,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra | Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari