Selat Nasik Melestarikan Budaya Lokal Maras Taun

Belitung – Kearifan lokal atau budaya lokal adalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut.

Dan untuk mempertahankan budaya turun temurun tersebut, setahun sekali Selat Nasik merayakan Maras Taun. Dimana acara tersebut merupakan acara syukuran yang sangat meriah, dengan tema acara, “Mari kita lestarikan adat budaya dan kearifan lokal masyarakat untuk menuju masyarakat yang berbudaya” dan perayaan ini mengundang masyarakat ikut berpartisipasi. Tidak hanya penduduk lokal, bahkan dari berbagai daerah di pulau Bangka – Belitung dan di luar itu, turut menghadiri acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S.Sos, bersama rombongan, menghadiri acara Maras Taun. Turut serta Assisten III Erwandi yang mewakili pemerintahan Provinsi, dan juga anggota DPRD Belitung yang juga hadir.

Maras Taun kali ini di rayakan selama tujuh hari, yang dimulai dari tanggal 1 April, dan dengan acara puncak pada tanggal 7 April di halaman Balai Adat Selat Nasik. Acara yang meriah ini menghadirkan berbagai macam kegiatan pentas seni dan budaya yang menarik, seperti basepan, hadrah sembilan, lesong panjang, beripat, betiong, tari campak, dan prosesi perkawinan adat melayu mendanau Selat Nasik tempo dulu. Acara prosesi adat ini sangat menarik, dan merupakan daya tarik tersendiri, dimana prosesi tersebut ditampilkan dengan cerita drama sandiwara, menggunakan pantun berbalas pantun khas melayu yang jenaka.

Selain pertunjukan seni, juga diadakan berbagai macam perlombaan seperti, lomba memancing, lomba lagu daerah, lomba dayung sampan, panjat pinang, dan lomba bermain gasing.

“Sudah 10 tahun kita mencoba menggali kembali acara Maras Taun ini, dari sejak tahun 2003 kita mengawalinya. Dan pelaksanaan acara ini adalah dalam rangka mensyukuri segala rahmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita, dan semoga mendapatkan berkah untuk dimasa-masa yang akan datang,” ujar Wakil Bupati Belitung Sahani, saat mengawali sambutannya.

“Inilah yang harus dimaknai dalam Maras Taun, melestarikan adat budaya dengan mewujudkan rasa syukur atas apa yang kita dapat selama satu tahun dengan keceriaan dan suka cita. Dan juga dengan mengembalikan peradaban budaya orang-orang terdahulu kita menjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan, gotong royong yang diwujudkan dalam acara Maras Taun,” lanjutnya.

Beliau pun juga menambahkan, bahwa acara Maras Taun bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya, agar hal ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri untuk kedepannya, yang dapat menggerakkan roda perekonomian.

Kemudian Assisten III Erwandi yang mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur turut menimpali, bahwa acara Maras Taun ini juga merupakan wujud sedekah. Dengan memotong lepat sebagai simbol, dan dibagi-bagikan kepada masyarakat.

“Semoga dengan bersedekah yang ikhlas, untuk tahun-tahun yang akan datang kedepannya, semua usaha-usaha dan upaya-u[aya masyarakat desa Selat Nasik akan lebih baik. Dan juga, semoga bala bencana yang tidak dikehendaki oleh kita semua khususnya di Selat Nasik dihindarkan.” Tutup nya. (K5/TMC)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo